oleh

Rencana Smelter PT. Tiran, Akhir Pencapaian atau menambah deretan kegagalan ?

Siaran Pers 15 Juni 2021

Oleh: Ashari

Rencana Smelter PT. Tiran, Akhir Pencapaian atau menambah deretan kegagalan ?

Wacana proyek strategis Nasional ( PSN ) Pemda konut Yang di canangkan adalah hal yang mesti dan wajib kita apresiasi untuk dapat melihat berdiri nya industri pertambangan. Bukan hal yang mustahil untuk dapat melihat berdiri nya Smelter dengan potensi nikel yang tersedia bagaikan sorga nikel di bumi Oheo Konawe Utara.

Sebagai pegiat dan agen control terkait isu pertambangan kami hadir dan terus eksis mengawal sampai benar-benar industri pengolahan dan pemurnian Nikel berdiri kokoh, ini merupakan komitmen dan cita-cita kami sejak dulu agar dapat membuka Krang lapangan kerja baru serta menciptakan perekonomian berbasis multiplier effect.

Perlu di ketahui sebelumnya. Ashari, mencatat beberapa perusahaan gagal mendirikan pabrik di antaranya : PT. Aneka Tambang, PT. Modern Nikel, PT. Sungai mentari fajar, PT. Cinta Jaya, PT. Konutara sejati, PT. Golindo Indonesia, dan yang terakhir perusahaan asal Korea Selatan PT. Made By God ( MBG ).

Hal demikian membuat kami pesimis dan bukan itu saja justru banyak menyisakan dampak, ada oknum yang merasa untung, sosial kemasyarakatan terganggu, dan ada juga perkaranya sampai di polisi. Contoh kasus MBG ada yang mengembalikan dana dan ada pula yang tersangka baik oknum Pemda maupun intern perusahaan itu sendiri. Isu-isu pendirian smelter ini juga banyak merugikan masyarakat. Contoh kasus di Desa mowundo, 30 % masyarakat sudah jual rumah kepada pihak investor alih-alih akan di bangun pabrik dan kampung hendak di relokasi padahal bohong belaka. Dampak kegagalan tersebut masyarakat punya resiko mengembalikan uang atau di usir dari rumah nya.

Catatan pengalaman adalah suatu pelajaran berharga terkhusus pemerintah daerah kabupaten Konawe Utara. Setidaknya lebih selektif memilah dan memilih calon investor yang serius berinvestasi, mengecek kesiapan tehnis dan finansial nya, dan terbuka melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Pada pemerintahan Konasara jilid II ruksamin dan Abu Haera bakal kembali mencanangkan peletakan industri pertambangan. Kami meminta seluruh elemen masyarakat Konawe Utara untuk tetap memperkokoh Persaudaraan. Dalam mengawal serta mewujudkan cita-cita kita bersama, saran dan masukan adalah bagian dari penguatan bukan fanatisme yang berlebihan menjadi kan pemimpin kita percaya diri di balik tepuk tangan investor bersorak kepalsuan.

PT. Tiran Mineral adalah anak perusahaan PT. Tiran Indonesia milik Haji Amran Sulaiman mantan Menteri pertanian yang di daulat oleh Pemda konut mendirikan smelter. Amran Sulaiman yang kami kenal juga memiliki peran penting dan andil besar pada Proyek Pabrik Tebu oleh PT. Aman Fortuna Nusantara ( AFN ). Kegagalan hutan ” Lawali Oheo ” yang sudah terkapling izin buntut, gunung di gunduli, dan hasil olahan kayu ribuan kubit terjual menjadi saksi bisu kejahatan investasi yang mereka lakukan.

Harapan rakyat dan daerah kini kembali berada di tangan Amran Sulaiman melalui PT. Tiran Mineral yang di tunjuk oleh bupati konut sebagai pelaksana mewujudkan industri pertambangan. Semoga saja menjadi wujud pencapaian bukan menambah deretan kegagalan, di suguhkan dengan kebohongan dan di rampok pula kekayaan potensi daerah.

Kami pesimis dengan fakta di lapangan. Sungguh ironis sebab areal yang di canangkan pemda untuk Smelter justru di tambang oleh PT. Tiran yang syarat akan perizinan. Apakah hal ini sdh di ketahui oleh Pemda ? Atau kah memang sebagai rangkaian untuk cari modal biaya beli tiang pancang. Benar-benar tambang ilegal modus smelter.

Dalam UU pertambangan, sarana prasarana dan instalasi pertambangan (SPIP) tidak boleh dibangun diatas lahan yg memiliki potensi atau cadangan.

Dasar inilah menjadi pertanyaan besar Ada apa PT. Tiran kapling lahan eks IUP Celebes yang katanya mau letakkan Smelter sementara di lapangan fokus cari Ore. Jika serius bangun pabrik kenapa tidak di Areal lokasi iup nya lameruru kecamatan Langggikima lagipula pernah dapat jatah quota ekspor.

Dan lagi aneh tapi nyata, berbagai sumber informasi mengatakan izin PT. Tiran mineral sdh lengkap dan tidak melakukan kegiatan penambangan di lahan rencana pabrik. Padahal bukti di lapangan ada kegiatan Hauling Ore dan pengisian tongkang. Kami sudah kantongi bukti dalam bentuk dokumentasi, tongkang bernama Delta Cakra 30 dan Teratai kuning 02 jelas-jelas memuat Ore nikel di lahan rencana pabrik. Kita akan lihat nanti mereka pakai dokumen apa dan asal usul barang darimana jika masih mengelak dan melakukan pembenaran.

eXplor Anoa Oheo menilai, PT. Tiran ini terparah di antara deretan perusahaan yang gagal sebelum nya membangun smelter di konut. Nyaris semua tambang di konut operasi ilegal berbagai cara tapi baru kali ini kami temukan modus pabrik untuk kuasai lahan koridor. Biasa nya para penambang sebelum kegiatan lebih awal lakukan sosialisasi di tengah masyarakat bahkan perusahaan yang sebelumnya berencana bangun pabrik meskipun gagal pernah melakukan diskusi publik, tapi ke semua itu kami tidak temukan di PT. Tiran Mineral justru yang ada bagi-bagi gula sebagai pemanis.

” Dosa Historis ” kami tidak mau menjadi bagian dari dosa bersama dalam menyikapi persoalan PT. Tiran ini. Berbagai ancaman, tekanan, intervensi, sampai upaya kriminalisasi kami tidak akan mundur sebelum melihat industri pertambangan di bumi Oheo Konawe Utara benar-benar berdiri kokoh. Kami akan diam dan berhenti berkoar-koar jika ada pegangan meskipun selembar kertas. Untuk itu kami menantang Bupati Konawe Utara dan bos besar PT. Tiran duduk bersama sekaligus penandatanganan berita acara sebagai fakta integritas yang tentunya di dalam poin adendum terkait penegasan keseriusan investasi.

Kita sepakati yang menghalangi kita lawan, yang mengingkari kita denda atau kita bengkok sama2 bengkok, jika mau lurus, ayo kami luruskan barisan terdepan. Terus perkokoh Persaudaraan, barisan terkuat adalah kekuatan rakyat..

Tertanda,

EXPLOR ANOA OHEO

Komentar

News Feed