oleh

Membangun Wisata Berbasis Kearifan Lokal, Dinas Pariwisata Jeneponto Rangkul 40 Pelaku Usaha Destinasi

Topikterkini.com-Jeneponto | Membangun wisata berbasis kearifan lokal, kepala Dinas pariwisata Elly Isriani Arief rangkul 40 pelaku usaha destinasi dan stakeholder dalam kegiatan betajuk Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Same Resort Hotel Bira Bulukumba, 15/6/2021.

Ketua panitia Julianto dalam laporannya menyebutkan, bahwa Desa Wisata merupakan komunitas masyarakat yang terdiri dari penduduk suatu wilayah, dengan jumlah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah pengelolaan berstandar Cleanliness, Health and Safety (CHS).

Pada umumnya Desa Wisata katannya, dibentuk dengan tujuan pemberdayaan masyarakat dalam peran sebagai pelaku usaha destinasi.

“Pembentukan Desa Wisata ini bertujuan meningkatkan posisi peran masyarakat sebagai pelaku pembangunan sektor pariwisata, sekaligus dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan,” sebutnya.

Julianto juga mengungkapkan, bahwa target Kabupaten Jeneponto untuk dapat masuk dan bersaing sebagai nominasi peraih anugrah Desa wisata yang digelar Kementrian Parwisata setiap tahunnya.

“Ada 40 orang peserta terlibat dalam pelatihan ini yang berasal dari beberapa Desa, target kami Jeneponto mampu masuk sebagai nominasi peraih anugrah desa wisata tahun depan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala dinas pariwisata Elly Isriani Arief dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata merupakan upaya meningkatkan kecakapan manegerial pelaku usaha destinasi wisata di Desa masing-masing.

“Yang kita lakukan hari ini adalah upaya membangun komitmen dan kepedulian bersama untuk pengelolaan wisata di Kabupaten Jeneponto,” katanya.

Membangun Wisata Berbasis Kearifan Lokal, Dinas Pariwisata Jeneponto Rangkul 40 Pelaku Usaha DestinasiMenurut Elly, panitia sengaja memilih Pantai Tanjung Bira sebagai tempat pelaksanaan kegiatan dengan harapan lahir ide, konsep dan gagasan dari masing-masing peserta dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di masing-masing Desanya.

“Kami berharap, setelah pelatihan lahir inovasi serta kreasi wisata, yang nantinya pihak kami akan melakukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan, terukur dan sistemik,” jelasnya.

Elly Isriani menjelaskan, ada tiga Komponen yang perlu diperhatikan sebelum mambangun Desa Eisata.

1. Apa potensi wisata yang dimiliki desa? adakah basis data yang jelas mengenai lahan, lokasi, daerah serta bagaimana ekosistem yang dapat membantu lokasi wisata nantinya. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan, seperti pengumpulan data dan Kerjasama dengan berbagai pihak ketiga.

2. Keadaan Masyarakat dan Struktur Organisasi akan sangat berpengaruh jika dikelolah oleh Desa sendiri, keberadaan organisasi yang khusus mengurusi Desa Wisata dibutuhkan menjadi pihak yang menentukan arah Desa Wisata.

3. Konsep Desa Wisata yang anti mainstream.

“Konsep atau ide desa wisata menjadi ujung tombak pembeda dengan wisata yang dimiliki daerah lain, Pembentukan konsep desa wisata semakin tajam jika dipadukan melalui pemetaan berbasis data,” tutup Elly.

Acara tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Jeneponto, Kepala Dinas kominfo, Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa dan Lurah.

Laporan: Usman S
Editor : M. Nasir Ibrahim

Komentar

News Feed