oleh

Kasus Pengrusakan yang dilaporkan Halima Bolak Balik di Tangan Penyidik Kejaksaan Jeneponto

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Terkait laporan pengrusakan yang dilaporkan Halima di Polsek Kelara Jeneponto diduga belum ada titik terang kapan disidangkan.

Menurut Sudirman Sijaya SH, Ketua Forum Pembela Keadilan yang sekaligus kuasa hukum korban, menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak penyidik reskrim kelara Rabu (30/6/2021)

Kata Sudirman, menyebutkan bahwa penyidik saja merasa bingun dan heran lantaran kasus  Nur Halimah yang ditanganinya sudah yang ke 2 (dua) kalinya  P19.

Lanjut kuasa hukum korban, bahwa penyidik sudah memeriksa Nurhalima (Korban) dan para saksi, serta menyita barang bukti yang  dirusak. Sudirman berharap sekiranya JPU Novita, SH mau turun ke  tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat langsung barang bukti yang dirusak Tersangka,” katanya

Kuasa pendamping melihat ada dugaan  bahwa pihak tersangka melakukan upaya agar kasusnya dihentikan,  namun penyidik  Polsek Kelara bekerja secara Profesional, ucap Sudirman pada Topikterkini.Com lewat via whatsapp.

Penyidik reskrim polsek kelara yang di konfirmasi lewat via telepon menyatakan bahwa penyidik sudah melengkapi berkas perkaranya, namun jaksa penuntut umum (JPU) kembali koreksi, sehingga penyidik minta berkasnya dikoreksi semua jangan setengah-setengah supaya  tidak lebih banyak P19-nya, kedua ketiganya dari pada P19 pertamanya. Jadi saya kemarin P19 pertama, sekarang bukan P19 lagi, dia koordinasi lagi bahasanya,”Saya sudah penuhi semua apa yang dibutuhkan jaksanya, ucap Jusran Rabu (30/6/2021)

Kapolsek Kelara Iptu Bakri yang dikonfirmasi lewat via telepon juga menyatakan bahwa terkait laporan Nurhalima penyidik kan sudah berapa kali kirim kekejaksaan, tapi masih ada P18-nya, mungkin minggu-minggu ini kita kirim kembali setelah terbit P19-nya.

“Terkait P19, kalau tidak salah sudah tiga kali menurut pak kanit, ada keterangan-keterangan dari saksi yang belum masuk yang ingin diperjelas lagi masalah yang diduga keterlibatannya Limpo, dengan Dg.Labbang, ucap kapolsek kelara pada Topikterkini.Com

Kasipidum Hary SH, yang dikonfirmasi menyebutkan bahwa sudah diteliti berkas perkaranya ada beberapa petunjuk yang harus dipenuhi sama penyidik, setelah petunjuk itu diberikan tidak dipenuhi, kemudian setelah tidak penuhi jaksa panggil lagi koordinasi, bikinkan acara koordinasi itupun juga tidak dipenuhi, makanya terakhir Spdp-nya dikembalikan, jadi saya hanya bisa menjelaskan prosedurnya, kalau isinya saya tidak bisa jelaskan karena itu terkait pembuktian.

“Kalau kuasa kita tidak pernah berurusan sama kuasa atau korban kita tidak pernah, tersangka tidak pernah berhungan kalau kami disini prosedur-prosedur saja pak. Karena kami punya beban pembuktian dipersidangan jangan sampai tidak terbukti nah bebas nanti kita ikut kesalahan disitu.

Kata Hari bahwa terkait perkara bolak balik tidak begitu kadang-kadang juga kalau berkas perkara juga lengkap tidak begitu bolak balik, tapi umumnya biasanya ada petunjuk kalau misalnya tidak lengkap biasanya satu kali dua kali kembali, ucap kasi pidum Jeneponto.

Selain itu, Novita SH, jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan bahwa bukan empat kali,” dua kali saja, petunjuk pertama tidak dipenuhi. Kemudaian saya kasih bea koordinasi untuk dipenuhi kan, petunjuk kemarin kan tidak dipenuhi sampai hari ini kan tidak dikembalikan berkasnya dari penyidiknya,” tutupnya.

Laporan: Andi Burhanuddin

Komentar

News Feed