oleh

Sosok Tukang Rosok Keliling, Kini Memiliki Bengkel Las dan Pekerja Tetap 

Topikterkini.com Selong Lombok Timur NTB— Pagi itu Pukul 07:00 Wita Matahari sudah menampakkan sinarnya ke Planet Bumi, pelepah daun Nyiur melambai pelan tertiup angin halus, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat melaju cepat di depan Bengkel Las yang berada Jalan Raya Sukarno Hatta depan Pertigaan Dusun Letok Desa Rumbuk Timur Kabupaten Lombok Timur NTB.

Jurnalis Topikterkini.com baru saja tiba di sebuah bangunan Bengkel Las yang diberi nama “Bengkel Las Sinar Cerah” bangunan ini lumayan besar dengan luas 30 kali 40 meter persegi, Bengkel Las ini menggabungkan dengan bangunan Rumah pribadi dan Bengkel Las, Pemiliknya adalah Zulkifli 40 tahun Warga Desa Keslet Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur.

Aktifitas warga sudah mulai terlihat, Ibu-ibu rumah-tangga tampak dengan kesibukan masing-masing ada sebagian dari mereka yang mengerumuni gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan sayuran keliling untuk memenuhi kebutuhan dapur. Buruh Tani terlihat duduk beraturan sambil berhadap-hadapan ditengah sawah sedang bekerja mencabut rumput liar diantara tanaman Tembakau.

Rencana kedatangan Kami sudah disepakati dua hari sebelumnya dan Kami di-persilakan masuk sambil diarahkan duduk di kursi besi di-teras rumahnya, kursi cantik ini sengaja di-sediakan sebagai tempat menjamu tamu atau pelanggan yang datang berkunjung. Ia pun meraih gagang pintu Bengkel dan berkata.

“Ayo silakan masuk” kata Zulkifli tersenyum sambil tangan kanannya membuka pintu Bengkelnya.

Suasana sudah terlihat santai, Zul panggilan sehari-hari Ayah dari dua anak ini mulai menceritakan kisah hidupnya, berawal sebagai Tukang Rosok besi keliling, Ia bekerja mencari besi bekas di setiap bantaran parit yang membentang dari hulu ke hilir yang ada di kampung kelahirannya di Desa Keslet Kecamatan Sakra.

Cangkul sebagai alat satu-satunya untuk mengais rizki dari serpihan besi bekas yang sudah lama terbenam didasar parit, cangkul dipasangkan magnet di bagian belakang mata cangkul sebagai perekat sisa-sisa besi yang sudah lama terkubur di-dlm got akumulasi bau limbah dari dasar parit menggantung pekat di-udara, cukup membuat hidung tersumbat, Ia pun melanjutkan berjalan menyusuri Kampung-kampung untuk mengumpulkan sisa-sisa besi tua.

Ia berangkat kerja dari jam 07:00 Wita dengan mengendarai motor bebek sambil menarik gerobak dibelakangnya sehari Ia bisa mengumpulkan sekitar satu sampai dua kwintal barang rosokan, dari berbagai jenis barang bekas seperti, kardus, besi lonjoran sisa bangunan runtuh, duan Tembakau keropos, nasi kering, bunga Kamboja dan lain-lain yang penting memiliki nilai jual, Ia pasti membelinya. Pukul 04:30 kapasitas gerobak sudah penuh Ia pun bergerak pulang, barang yang didapatkan Ia timbun di rumahnya lalu di-sortir selanjutnya di-jual ke pengepul.

“Barang rosokan saya beli di Ibu-ibu perkilonya Rp.2000 lalu saya jual ke pengepul Rp.3000 untung saya Rp.1000 per-kilonya. Sehari saya bisa tabung 50 Ribu di luar kebutuhan makan-minum Anak-Istri” tuturnya mengisahkan dan kepalanya sedikit merunduk.

Ia kembali melanjutkan kisahnya, hari itu Rabu Pagi Lelaki dengan perawakan sesampai ini menuturkan, barang rosokan yang sudah di-sortir lalu Ia naikan ke gerobak, gerobak tersebut Ia kaitkan ke sepanger bagian belakang sepeda motornya, Ia pun berangkat menjualnya ke pengepul, jarak tempuh dari rumahnya ke Gudang pengiriman sekitar 30 menit tepatnya di Desa Jenggik Kecamatan Terara Lombok Timur. Dalamperjlanan se-tiba di tanjakan curam Desa Rumbuk masyarakat setempat menyebutnya “Jurang Bangket Bat” tiba-tiba roda depan motor yang Ia kendarai terangkat akibat oper kapasitas barang bawaan.

“Roda depannya terangkat saya panik tapi saya berusaha tetap tenang” tuturnya sambil geleng-geleng kepala.

Zulkifli mendadak panik menyaksikan bagian body depan motornya terangkat 25 centimeter lalu Ia mencoba menguasai kepanikannya dengan menenangkan diri dan perlahan-lahan motor yang Ia tumpangi berjalan dengan normal dan selamat dari insiden menegangkan itu.

Tidak hanya Besi bekas yang Ia tekuni, Ia juga membeli Sepeda layak pakai dan dicat ulang untuk menarik minat pembeli lalu dijual kembali dengan harga yang sesuai, dari usaha barang-barang bekas ini, Ia bisa memiliki tabungan Rp.300 Ribu, Ia jadikan modal untuk mengembangkan usahanya.

“Dari tabungan Rp.300 Ribu saya puter modalnya untuk beli Sepeda bekas, Saya cat ulang untuk menarik minat pembeli lalu di-jual kembali” katanya, sambil Jari-jari tangan kanannya memutar ujung pulpen.

Waktu terus berlalu Pria yang hobi bermain Gitar melanjutkan ceritanya, sudah Lima tahun dirinya menekuni pekerjaan sebagai Tukang Rosok keliling.
Ia berangan-angan suatu saat nanti harus menjadi orang suskes, dipompa dengan semangat yang kuat, hari demi-hari modal yang terkumpul, cukup untuk membeli satu unit Mesin Las listrik mini, mesin las sudah di-beli, Ia pun mencoba belajar merakit Teralis dengan besi bekas yang ada.

“Pertama kali saya belajar nge-las, saya bikin Teralis” katanya singkat.

Lanjut Lelaki enam bersaudara ini, dari merakit teralis dan pintu gerbang itulah, dirinya mencoba menawarkan ke Kakak tertuanya namanya Syariah untuk di-bikinkan pintu gerbang rumahnya tanpa uang muka yang penting Ia bisa menunjukan hasil karyanya dan berharap Kakaknya menerima tawarannya nanti.

“Alhamdulillah Kakak saya saat itu menerima promo penjualan teralis dari saya dengan harga murah” ujarnya menyodorkan makanan.

Teralis laku terjual, pembeli mulai percaya, dan sudah ada yang memesan, Ia pun semakin percaya diri dan semakin tekun dengan usahanya, hasil produksinya semakin terkenal dan semakin banyak yang peminatnya.

Lanjut Zulkifli, Profesi sebagai Tukang Rosok keliling mulai Ia tanggalkan sejak 2015 silam dan beralih menekuni pekerjaan barunya sebagai tukang Las Listrik di Bengkel miliknya.

Sambung Zulkifli dengan modal yang ada kami menyisihkan sebagian tabungan untuk membangun rumah dan Bengkel Las di wilayah Desa Rumbuk Timur, tanah tempat Ia membangun rumah adalah tanah Hibah dari orang tua. Saya merasakan tanggungjawab sebagai orang tua ketika orang tua saya terus membantu pendistribusian material bangunan demi kelancaran pembangunan rumah kami.

“Saya ber-terima kasih kepada ke-dua orang tua saya telah membesarkan saya, telah mendukung saya sampai rumah ini jadi dan bisa kami tempat” ungkapnya bersyukur.

Kondisi rumahnya semi permanen, tembok hanya susunan batu bata belum di plester lantainya masih sederhana dari cairan semen tidak dicampur pasir, disaat musim hujan diwaktu malam atap genteng rumahnya tak mampu melawan derasnya air hujan yang menghantam dari langit semalaman terkadang atap bocor dan Ia harus pindah posisi cari tempat yang lebih aman, tetapi dirinya tetap bersabar, rumah sekaligus bengkel dengan ukuran tanggung 5×5 meter per-segi, cukup sebagai tempat berteduh untuk sementara bersama keluarga kecilnya.

“Dulu rumah ini saya bangun berdua sama istri tanpa tukang, tanpa peladen satu pun, saya berperan ganda saya peladennya sekaligus saya tukangnya” katanya.

Ia naik turun mengangkat batu-bata, istrinya Baiq Sufiatun tetap sabar membantu dan memberikan support sampai rumah ini rampung, Waktu itu anak pertamanya masih umur 3 tahun Abdul Hamid dan Alhmdulillah sekarang sudah ada anak yang ke 2 namanya Abdul Hanan.

Sekarang usaha Lelaki berkulit sawo matang ini semakin berkembang, banyak pelanggan dan usahanya terkenal. tempat tinggal sederhana dulu di-sulap menjadi gudang alat-alat kebutuhan las dan kini Ia membangun rumah permanen dan memperluas areal Bengkel dan punya 6 orang pekerja tetap.

“Permata saya rekrut 1 orang karyawan, dua tahun berikutnya saya butuh 5 orang lagi, Alhamdulillah sekarang saya punya 6 pekerja tetap yang membantu saya tiap hari, semua ini adalah berkat usaha dan do’a ke-dua orang tua saya” ungkapnya bersyukur.

Pantauan Topikterkini.com luas areal Bengkel Las Sinar Cerah panjang 30 meter dan lebar 25 meter, Bengkel beratap spandek baja, dibelakang bengkel ada kandang ayam tersusun rapi di-pojokan. Kiri-kanan bengkel digelar hasil produksi seperti pintu gerbang, teralis, rak piring, rak bunga dari berbagai macam model dan di-cat warna-warni.

Sehari-hari Zulkifili bekerja di bengkel miliknya bersama 6 pekerja tetap, terkadang Lelaki yang dikenal pemurah di-lingkungan keluarganya Ia juga berperan ganda, selain membantu karyawan Ia juga mencari relasi sebagai pelanggan, teknik pemasaran hasil produksi dengan memanfaatkan media sosial dari akun Facebook, sementara untuk pengantaran barang pemesan Ia membawanya menggunakan kendaraan Tosa.

Tahun 2021 adalah tahun keberuntungan “Bengkel Las Sinar Cerah” karena ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTB sebagai salah satu tempat praktik Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) khusus Jurusan Teknik Pengelasan, Bengkel Sinar Cerah diharapkan mampu menjadi tutorial yang baik untuk menelurkan ilmu teknik pengelasan yang harus diajarkan kepda Siswa SMK yang sedang menjalani tugas praktik selama 3 bulan.

Hasil produksinya kini tembus hingga ke pasar di wilayah Lombok Tengah dan Lombok Barat, pelanggan paling banyak di Lombok Timur. Pesan Zulkifli untuk meraih kesuksesan adalah tekun, sabar dan rajin bersedekah kepada anak Yatim-piatu, Parkir-miskin, InsyAllah dengan cara itu, Alloh akan mempermudah Rizki hamba-Nya.

Penulis: Febrians

Komentar

News Feed