oleh

Surati Kadis, LSM ARAK NUSANTARA Desak Dinas Perhubungan Jeneponto Tertibkan Pete-pete yang parkir sembarangan

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Tertib lalu lintas masih saja menjadi problem, apalagi menyangkut parkir, tidak sedikit pengemudi yang seenaknya memarkirkan kendaraannya tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya, apakah itu melanggar lalu lintas dan mengganggu kenyamanan Pihak lainnya, bagi pengemudi itu tak jadi soal.

Parkir sembarangan sering dianggap sepele padahal sesungguhnya parkir liar ini justru dapat menggangu ketertiban lalu lintas, kecelakaan dan rawan terjadi konflik sosial.

Seperti perilaku sopir angkot (Pete Pete) diseputaran pasar karisa jalan pahlawan kelurahan empoang kecamatan binamu kabupaten Jeneponto, tepatnya pintu masuk pasar karisa sudah tidak dapat ditolerir dan meresahkan

Gerombolan sopir Pete pete jurusan Bantaeng ini tak lagi mengindahkan aturan lalu lintas, mereka seenaknya memarkir kendaraannya dibahu jalan tanpa peduli akan keselamatan pengguna jalan lainnya, Dan parahnya lagi pintu keluar masuk pekarangan rumah warga di jadikan lahan parkir (pangkalan) hingga menutupi akses jalan pemilik rumah yang juga adalah tempat usaha mereka.

“Sudah berkali kali kami menegur untuk tidak memarkirkan mobil pete pete itu didepan pekarangan rumah kami namun para sopir ini tak menggubris, kami sangat terganggu karena menghalangi akses jalan kami ucap ibu Risma ” kesal.

“Padahal setiap hari ada perugas dinas perhubungan yang berjaga dipintu masuk pasar tapi yang dia urusi cuma retribusi, mereka sama sekali tak peduli “ketusnya.

Menurut, Masugi Ranca, pengamat kebijakan publik dan juga ketua umum DPP LSM ARAK NUSANTARA, mengatakan,”dalam soal keterlibatan parkir, aturan dan etika adalah dua hal yang wajib kita patuhi bersama, secara etika meskipun tidak terdapat tanda larangan parkir, namun jika parkir mengganggu kepentingan bersama, maka sebaiknya tidak dilakukan, dan parkirlah ditempat yang tidak menggangu hak orang lain”terangnya.

“Patut digarisbawahi dan wajib untuk diketahui bahwa PP NO 43 TAHUN 1993 pasal 66, selain diarea yang terdapat rambu dilarang parkir, setidaknya ada delapan area yang dilarang memarkir kendaraan, diantaranya

-Bahu jalan untuk pejalan kaki,bahu jalan nasional
-pada tempat yang mendekati perlintasan sebidang dan persimpangan
-Dimuka pintu keluar masuk pekarangan

Dan jika si sopir masih membandel maka tindakan tegas yang diambil dengan menerapkan UU No 22 Tahun tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

(UU LLAJ) dijelaskan bahwa pelaku parkir sembarangan akan dipidana kurungan satu bulan penjara dan denda paling banyak Rp 250.000.- “terangnya

“Terkait parkir sembarangan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan rawan konflik sosial ini, maka kami telah melayangkan surat pada Dinas perhubungan kabupaten Jeneponto selaku pihak yang berwenang untuk membenahi persoalan ini” pungkasnya.

Laporan : Muhammad Nasir Ibrahim

Komentar

News Feed