oleh

Camat Danau Kerinci Abaikan Surat Pengembalian Aset Satpol PP, Simak Alasannya

Topikterkini.com.Kerinci – Camat Danau Kerinci Drs. Don Fitrijaya, MM , diduga tidak mau mengembalikan barang inventaris yang digunakannya saat bertugas di Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Kerinci.

Barang inventaris tersebut berupa satu unit sepeda motor Yamaha N-MAX , diketahui sepeda motor tersebut dipakai sewaktu Don Fitri jaya menjabat Plt Kasat Pol-PP, hingga dirinya dimutasikan menjadi Camat Danau Kerinci.

Diketahui  barang inventaris yang menjadi aset Satpol-PP dan Damkar tersebut dibawa dan tidak dikembalikan ke instansi terkait, bahkan sudah di surati 3 kali berturut – turut.

Dari keterangan sumber terpercaya yang enggan disebutkan, kepada sejumlah awak media, dikatakannya berbagai macam alasan oknum camat tersebut berdalih.

“Meski pihak Dinas Satpol-PP dan Damkar sudah tiga kali mengirim surat untuk mengembalikan inventaris tersebut, namun tidak di indahkan oleh Don Fitri jaya yang saat ini menjabat Camat Danau Kerinci,” ujar sumber.

“Ya benar kendaraan dinas jenis sepeda motor Yamaha N-MAX dibawa oleh Don Fitri jaya dan tidak mau dikembalikan dengan berbagai alasan,” ujarnya lagi.

Camat Danau Kerinci  dikonfirmasi, kepada para awak media menjelaskan bahwa benar motor dinas milik Satpol-PP ada pada dirinya dan dipakai oleh salah satu Kasi di kecamatan.

“Jika ingin motor ini dikembalikan, saya meminta kepada Sukaimi mantan Kasubag Umum Kecamatan Danau Kerinci untuk mengembalikan motor dinas milik Inventaris Kecamatan , selain itu  tolong ganti uang pribadi yang dipakai untuk pembayaran plat nomor dari dealer sebesar Rp. 1.350.000 , Ribu Rupiah,” ungkap Don Fitri jaya.

Sukaimi yang disebut sebut Camat Danau Kerinci juga tidak bersedia mengembalikan inventaris kecamatan, ia menjelaskan bahwa motor yang ada padanya adalah motor buruk tahun pembuatan 1986 dan ini sebenarnya sudah masuk di ranah lelang, apalagi dia mengambil motor tersebut di gudang dalam keadaan mati total.

“Tidak sebanding harga motor saat ini dengan uang pribadi yang saya keluarkan untuk memperbaiki motor, sudah 4 juta ongkosnya, sementara taksiran harganya saat ini sekitar 2 JT,” kata sukaimi.

Dikatakannya, jika benar ini menjadi kendala dia siap mengembalikan motor yang ada pada dirinya dengan catatan Don Fitri jaya mau menyerahkan motor Yamaha N-MAX Kepada Dinas Satpol-PP.

Para awak media pun, Kamis (15/7/21) berusaha menemui kembali Camat Danau Kerinci untuk mendapatkan keterangan yang lebih akurat, namun enggan ditemui dan mengelak bahkan terkesan menghindari wartawan, sungguh ini cerminan sikap yang kurang baik sebagai pelayan masyarakat.

Pada kesempatan itu awak media mendapatkan informasi dari pegawai Kecamatan Danau Kerinci bahwa motor Yamaha N-MAX tersebut dipakai oleh Camat sendiri , tidak ada para kasi atau staf yang memakai kendaraan tersebut.

Semestinya sudah kewajiban mantan pejabat untuk mengembalikan inventaris kendaraan dinas pada tempat dinas semulanya dikarenakan dia sudah pindah tugas dan menjabat di instansi lain dan juga sudah di fasilitasi kendaraan mobil dinas ditempat tugas yang baru.

Pemanfaatan inventaris atau barang milik daerah merupakan suatu bentuk dari perjanjian pinjam pakai , perjanjian pinjam pakai merupakan perjanjian dimana salah satu pihak yaitu yang meminjamkan barang kepada pihak lain untuk dipergunakan , dengan syarat bahwa barang itu harus dikembalikan sesuai waktu yang diperjanjikan. Perjanjian pinjam pakai diatur dalam Pasal 1740 Kitab Undang Undang Hukum Perdata dan secara khusus juga diatur dalam pasal 35 peraturan menteri dalam negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah. (Tim)

 

Komentar

News Feed