oleh

Kasat POL-PP Lotim: Patner Shong Pakai Konsep Islami, Ropiki : Anggap Kasat Terlalu Lebay

Topikterkini.com Lombok Timur–Para wanita pekerja malam yang rata-rata sebagai Partner Song (PS) atau dikenal dengan pemandu lagu di cafe-cafe yang tersebar di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur diminta menerapkan konsep wisata halal.

Hal itu dikarenakan branding Lotim yang sudah dikenal dengan budaya Islami, termasuk pada sektor pariwisata.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Lotim Sudirman, ketika melakukan pendataan kepada semua PS yang bekerja di Cafe Meliwis Labuhan Haji beberapa waktu yang lalu dan langsung menuai kontra dari tokoh pemuda dan mahasiswa Lombok Timur

” Bagaimana ceritanya pekerja Malam dengan konsep Islami, Jangan sebecanda itu pak, ” tangkasnya, Rofiki, Senin, 09/08/2021.

Ia juga menganggap penekenan kepada pendamping Song (PS) dengan konsep Islami juga gagasan yang menurutnya tetap menyudutkan keagamaan ” contohnya, masak seorang PS pakai Jilbab, diiringi rokok ditangan sembari ditemani alkohol, itu kan lucu, ” Ujar, Rofiki.

Ia pun menganggap penekan untuk mengenakan pakaian islami ditempat hiburan malam yang dilakukan Kasat POL PP Lombok Timur adalah lelucon saja ” jangan buat lelucon pak dan jangan munafik, kalau mau tutup ya tutup saja sekalian, jangan nanggung-nanggung pak, ” tegasnya

Lebih lanjut dikatakan keberadaan tempat hiburan malam ini memiliki dampak positif dan negatif ” dampak negatifnya adalah karena ini adalah wilayah yang dikenal dengan religiusitas nya, sedangi dampak positif nya ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur, ” jelasnya

Ia juga meminta pihak terkait agar mengkaji secara menyeluruh dengan keberadaan hiburan malam ini karena hal ini memang tidak bisa dihindarkan.

” Hal ini tidak bisa dihindarkan, tapi kami mendorong untuk di regulasi, ” tutupnya.

 

Liputan: RiL

Komentar

News Feed