oleh

Kejari Dumai Musnahkan Babuk Narkotika dari 95 Kasus Tahun 2021

Topikterkini.com Dumai,Riau – Kamis, 26 agustus 2021 Kejaksaan Negeri Dumai telah melakukan pemusnahan Barang bukti berupa pemusnahan barang bukti Narkotika berupa Sabu sabu,Pil Ekstasi dan Ganja kering dan senjata tajam.

Pemusnahan barang bukti dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan,BNK Dumai,Kasat Reskrim Polres Dumai,Kepala Rutan Dumai,Kasat Narkoba Polres Dumai,seluruh Jaksa dan Kajari Dumai.

“Sesuai dengan Pasal 270 KUHAP jaksa lakukan eksekusi, wujud dari melaksanakan putusan itu selain eksekusi ke lapas, bayar biaya perkara, juga musnahkan barang bukti yang berdasarkan putusan pengadilan harus dimusnahkan,”ujar Kajari yang diwakili Kasi PB3R diruangannya.

Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Dr.Khairul Anwar melalui Kasi PB3R(Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan) Antonius Sahat Tuaharu,SH mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari sekitar 95 perkara yang telah dinyatakan inkracht sepanjang tahun 2021.

Durasi perkara yang terjadi selama satu tahun terakhir karena proses panjang yang harus dilalui sehingga dibutuhkan waktu agar bisa dinyatakan inkracht.

“Ini kurang lebih setahun karena proses tidak segera inkracht, ada terdakwa yang tidak terima banding, dan lain-lain. Ini yang dimusnahkan yang sudah berkekuatan hukum tetap, terdakwa, jaksa, menerima putusan,”imbuh Kajari Dumai.

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Dumai, Antonius Sahat Tuaharu,SH mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan didominasi kasus tindak pidana sebagai berikut :
1. Narkotika sebanyak 59 perkara berupa :
– Sisa shabu-shabu yang masih ada untuk bukti persidangan dengan berat keseluruhan 109,31 gram selebihnya sudah banyak habis dimusnahkan pada tahap penyidikan.
– Sisa Pil Ekstasi yang masih ada untuk bukti dipersidangan dengan berat 1 butir + dengan pecahan dengan berat 2,1 gram, selebihnya sudah dimusnahkan pada saat penyidikan.
– Untuk perkara Narkotika jenis Daun Ganja kering dengan berat keseluruhan 195 gram, selebihnya sudah dimusnahkan pada saat penyidikan.
2. OHARDA(Orang dan Harta Benda) sebanyak 20 perkara.
3. KATIBUM dan TPUL (ketertiban umum dan tindak pidana umum lainnya) sebanyak 16 perkara.

Laporan:Putra

Komentar

News Feed