oleh

Laporan Terkait Pengancaman Pembunuhan dan Pemerasan Dinilai Jalan Ditempat, Korban Menuntut Kepastian Hukum

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Laporan terkait pengancaman pembunuhan, serta pemerasan yang dilaporkan pada hari jumat tanggal 14 Agustus 2021 oleh korban JANDE, salah seorang warga Desa Batujala Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dinilai jalan jalan ditempat

Diberitakan sebelumnya bahwa, Diancam Akan Dibunuh dan di Peras 100 Juta, Warga Batujala Laporkan 2 Orang Warga Desa Bulusibatang

Korban bersama keluarganya menuntut kepastian hukum dan berharap agar pihak kepolisian segera memproses menangkap dan menahan terduga pelaku

Menurut Jande (Korban/pelapor) bahwa, hari ini pihak kepolisian Polsek Tamalatea kembali memanggilnya, namun lagi-lagi korban belum diambil keterangannya dengan alasan terlapor tidak hadir

“Ia pak, hari ini saya kembali dipanggil oleh penyidik Polsek Tamalatea, namun lagi-lagi penyidik belum mengambil keterangan saya dengan alasan bahwa terlapor SD dan juga SP tidak menghadiri panggilan, jadi terpaksa saya pulang pak, kalau tidak salah ini sudah yang kesekian kalinya saya datang di Polsek, tapi belum pernah diambil keterangan saya dan juga saksi-saksi,”katanya kamis 16/9/2021

Selain itu, Jande mengatakan bahwa, “kami melihat bahwa laporan pengaduan kami jalan ditempat sehingga saya bersama keluarga menununtut kepastian hukum, Tuturnya

“Saya sangat malu dikatakan pencuri sapi, saya juga takut dengan ancaman pembunuhannya yang disertai dengan permintaan uang senilai Rp. 100 juta pak, saya berharap polisi segera mengambil langkah dengan menangkap dan menahan pelaku,” ucap Jande kepada topikterkini.com

Kapolsek Tamalatea Iptu Hamka yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa terkait ketidakhadirannya tadi, lelaki  SP dan SD kami akan menindaklanjuti proses penyidikannya dengan memanggil korban dan saksi-saksi, termasuk saksi korban,” katanya.

“Ia terkait ketidakhadiran SP dan SD kami akan menindaklanjuti proses penyelidikan, karena tadi kan memang rencana untuk dimediasi, tapi karena tidak ada itikad baik, malahan korban bersedia dipertemukan dan dimediasi ternyata dia yang tidak punya itikad baik, Tuturnya

Kami akan melakukan langka upaya hukum memeriksa saksi-saksi, termasuk saksi korban.

Kata Iptu Hamka, bahwa terkait pemanggilan korban dan saksi-saksi akan diupayakan besok Jumat 17/9/2021 diruang Reskrim Polsek Tamalatea.

“Insya Allah, kalau memang bisa kita melakukan pemanggilan tanpa prosedur surat panggila, kalau korban bersedia hadir besok bersama saksi-saksinya, mungkin besok kita lakukan pemeriksaan korban dan saksi,” tutupnya.

Laporan: Andi Burhanuddin

Komentar

News Feed