oleh

Diduga Dianiaya, Jandan Beranak Satu di Jeneponto Polisikan Keluarganya

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Peristiwa penganiayaan terhadap seorang janda beranak satu yang berinisial B yang diduga dilakukan oleh seorang laki-laki berinisial HRM, usia 40 tahun yang merupakan keluarganya sendiri dilaporkan kepada pihak yang yang berwajib, Sabtu 17/09/2021

Dugaan penganiayaan terjadi di jalan Pahlawan Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, sekira pukul 14.00 Wita.

Kata korban, bahwa peristiwa terjadi pada saat korban hendak pulang kerumahnya, dijalan Pahlawan, didepan rumah korban, terduga pelaku HR, tiba-tiba mendekat dengan mengeluarkan bahasa kasar

Seperti yang terlihat dalam rekaman Video yang  berdurasi dua menit (2:50) lima puluh detik, pelaku menendang motor korban, lalu mengancam korban dengan mengeluarkan bahasa kasar yang disertai dengan bahasa pengancaman, kupecca-pecca masuk mulutmu, ucap korban pada Topikterkini.com Sabtu (18/9/2021)

“Ia saya kaget pak, pada saat saya masuk dilorong tiba-tiba pelaku mendekat dengan mengeluarkan bahasa kasar, pelaku mengancam saya, dengan bahasa kupecca-pecca masuk mulutmu, setelah mengeluarkan bahasa kupecca masuk mulutmu, situlah pelaku memukul jari tangan saya,” katanya.

Tak terima dengan peristiwa tersebut,  korban langsung melaporkan kejadian ke Mapolres Jeneponto, hanya saja, laporan B belum ditanggapi oleh bagian pelayanan SPKT Polres Jeneponto pada Jumat 17/9/2021.

“Ia sesaat setelah kejadian saya langsung melapor kebagian Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPKT) tapi laporan saya belum ditanggapi.

“Polisi mangatakan tidak ada UUD yang menjerat, sebab, ini hanya luka ringan. Datangmaki saja ke pak lingkungan, nanti dia yang buatkanki surat pernyataan bahwa dia tidak akan melakukan kekerasan lagi” Terangnya

“Polisi yang berjaga mengatakan bahwa, tangan saya tidak luka, dan motor saya tidak rusak. Sementara saya sendiri sudah 3 kali mengalami kekerasan dengan orang yang sama. Saya berniat untuk melaporkan untuk mendapatkan keadilan” Ungkapnya

Masih kata korban, bahwa setelah tidak ada tanggapan dari pihak kepolisian Korban meminta bantuan pendampingan kepada pengacara.

” Setelah laporan saya tidak diterima oleh pihak kepolisian, saya langsung meminta bantuan pendampingan hukum melalui pengacara saya pada hari Sabtu (18/9/2021) berdasarkan surat kuasa nomor 020/SK/PDN/1X/2021 saya resmi didampingi pengacara Junaedi, SHI dan partner

Selanjutnya saya dibawah ke Rumah sakit umum daerah (RSUD) Jeneponto untuk dilakukan Proses visum, setelah itu, saya didampingi oleh kuasa hukum saya. Alhamdulilah laporan saya sudah diterima, berdasarkan laporan polisi Nomor Polisi : TBL/251/1X/2021.SPKT Jeneponto,” ujarnya.

Junaedi, SHI (kuasa hukum korban)

Kuasa hukum Junaedi, SHI mengaku bahwa setelah dilakukan proses visum di Rumah Sakit Umum daerah RSUD Jeneponto, korban mengalami luka memar pada bagian jari tangan sebelah kiri.

“Ia upaya yang saya lakukan tetap dilakukan proses hukum sesuai dengan hasil visum bahwasanya korban mengalami luka memar pada tangan kiri”

Jadi harapan saya bagi penegak hukum, dalam hal instansi kepolisian Polres Jeneponto, untuk bisa memproses ini sesuai prosedur hukum, EQUALITY BEFORE THE LAW, bahwa semua manusia sama dimata hukum, memang peristiwa ini murni penganiayaan, bukan delik aduan.

Selain itu, Kuasa hukum korban melihat bahwa setelah melakukan pelaporan, hingga pemeriksaan, korban sudah merasa tidak nyaman ketika mau pulang ke rumahnya,” katanya.

“Klien saya merasa terancam dan trauma setelah mengalami luka memar pada bagian tangan kirinya, sehingga klien saya merasa tidak nyaman ketika mau pulang kerumahnya,”pungkasnya

Kepala bagian Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul SH yang di konfirmasi lewat via telepon belum berhasil terkonfirmasi hingga berita diterbitkan.

Laporan: Andi Burhanuddin

Komentar

News Feed