oleh

Neoliberalisme Mempengaruhi Lapangan Pekerjaan di Masa Pandemi

Neoliberalisme Mempengaruhi Lapangan Pekerjaan di Masa Pandemi

Oleh: Khairnnisa 
(Mahasiswi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar)

Konsep dari Neoliberalisme merupakan konsep yang sebelumnya sudah ada yaitu Liberalisme, ini merupakan bentuk baru dari paham ekonomi Liberal. Dalam bukunya ‘A Brief History of Neoliberalism,’ David Harvey (2005), mengatakan, neoliberalisme adalah paham yang menekankan jaminan terhadap kemerdekaan dan kebebasan individu melalui pasar bebas, perdagangan bebas, dan penghormatan terhadap sistem kepemilikan pribadi.

Di Negara berkembang khususnya di Indonesia, Neoliberalisme telah mempengaruhi cara pengelolaan pekerjaan. Dengan hadirnya Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan terhadap dunia dengan berbagai tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya khususnya terhadap kondisi pasar kerja di Indonesia. Perubahan ini salah satunya ditandai dengan peningkatan yang sangat drastis terhadap angka pengangguran di Indonesia yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah PHK pada karyawan serta menurunnya jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.

Adapun data dari Badan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) menunjukkan pada akhir tahun 2020 angka pengangguran mengalami peningkatan tertinggi dalam satu dekade terakhir yaitu mencapai 9.2%. Selain itu, pengesahan Omnibus Law yang disahkan pada tanggal 5 Oktober 2020  diklaim sebagai usaha reformasi perekonomian. Undang-undang ini akan menghilangkan batas jenis pekerjaan yang dapat menggunakan tenaga alih daya, menghilangkan periode batas waktu kontrak bagi karyawan yang akan diangkat menjadi kayawan tetap, hingga meningkatkan keleluasaan perusahaan untuk dapat melakukan PHK terhadap karyawan.

Pemerintahan Neoliberal memposisikan manusia sebagai modal atau aset dari modal dengan kata lain human capital, dengan kondisi secara mandiri mengembangkan potensi pribadinya untuk memberikan keuntungan lebih besar pada sistem kapitalisme. Oleh sebab itu, manusia memperoleh keyakinan untuk tetap bekerja meskipun pekerjaan yang dikerja bersifat tidak pasti, dan tidak stabil.

Adapun dampak dari Neoliberalisme kepada para pengusaha atau pemilik modal yaitu memiliki hak penuh untuk mengendalikan sistem mekanisme pasar tanpa adanya keamanan dari pemerintah sehingga mengakibatkan penguasaan kekayaan ataupun material oleh golongan tertentu saja yaitu para pemilik modal. Sedangkan dari sisi upah pekerja ataupun buruh, Neoliberalisme beranggapan bahwa pemerintah tidak berhak untuk ikut campur dalam penentuan standar minimum upah kerja, karena upah pekerja Neoliberalisme saat ini memiliki pemahaman bahwa yang mempunyai urusan hanyalah antara penguasa atau pemeilik modal dengan pekerja yang tidak ada sangkut paut dari pemerintah.

Adapun solusinya sebagai dampak dari neoliberalisme sendiri sebenarnya mengarah pada penurunan kesejahteraan masyarakat di mana perusahaan multinasional berdiri. Investasi asing tampak memberikan angin segar dalam pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, namun sesungguhnya perusahaan multinasional, sebagai wujud dari investasi asing, membawa misi untuk meningkatkan ekonomi negaranya dengan memaksimalkan produksi di negara-negara penyedia faktor produksi lainnya. Beranjak dari hal tersebut, dapat dilihat bahwa investasi asing yang masuk ke Indonesia, sebagai bagian dari proses pembangunan Indonesia. Perusahaan-perusahaan atau pabrik-pabrik milik asing yang produksinya berorientasi pada produk untuk ekspor, banyak berdiri di Indonesia dan membuat ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi lebih besar.

Daftar pustaka

http://repository.unair.ac.id/70502/3/JURNAL_Fis.P.18%2018%20Per%20i.pdf

http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/15854/h.%20BAB%20IV.pdf?sequence=8&isAllowed=y

https://indoprogress.com/wp-content/uploads/2021/10/Jurnal-IP_IND_pages.pdf#page=121

Neoliberalisme Mempengaruhi Lapangan Pekerjaan di Masa Pandemi

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.