oleh

Masalah Klasik Kian Menjerat Sektor Pertanian disaat Pandemi COVID-19

Masalah Klasik Kian Menjerat Sektor Pertanian disaat Pandemi COVID-19

Oleh: Inda Sari 
(Mahasiswi Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar)

 

Pandemi penyakit yang disebabkan virus Corona baru atau COVID-19 yang menghantam dunia termasuk di Indonesia, semakin menekan kehidupan petani yang selama ini masih dalam keterbatasan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2020 tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen menjadi 103,25, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 102,86.

Meskipun secara garis besar NTP pada Desember 2020 mengalami kenaikan, namun jika dilihat lebih dalam, khusus untuk NTP subsektor tanaman pangan, malah mengalami penurunan sebesar 0,54 persen, dari sebelumnya 100,89 pada November 2020 menjadi 100,34.

Nilai Tukar Usaha Pertanian nasional (NTUP) pada Desember 2020, juga tercatat naik 0,70 persen menjadi 104,00. Namun, lagi-lagi untuk NTUP subsektor tanaman pangan, juga turun 0,19 persen, dari sebelumnya 101,34, menjadi 101,14.

Kehidupan para petani utamanya untuk tanaman pangan, seperti padi, memang bisa dikatakan masih jauh dari berkecukupan. Tidak jarang, para petani yang menggarap sawah di berbagai daerah, merupakan buruh tani yang hanya mendapatkan penghasilan tidak banyak.

Maka dari itu perekonomian yang esensial dan rendah resiko pelakunya terpapar virus harus diberi perhatian lebih agar mendapat sentuhan kebijakan khusus. Dari berbagai aspek yang akan dibahas berikut

Pertama, resiko terpapar virus Korona di sektor pertanian dan pedesaan tidak bisa diabaikan. Betul bahwa dalam aktivitas produksinya, karena tidak seperti sektor lain, dilakukan di luar ruangan, dalam lahan yang relatif luas, dan di area berkepadatan rendah. Akan tetapi ada beberapa aspek yang menjadi sumber kerentanan.

Kedua, solusi harus bersifat integratif dengan memasukkan sektor pendukung pertanian ke dalam perlakuan khusus. Sektor yang terpenting di antaranya adalah sektor transportasi dan logistik yang menghubungkan produk-produk pertanian ke pasar, juga sektor-sektor yang mengangkut input, baik bahan baku, maupun mesin-mesin atau alat-alat berat yang penting dalam aktivitas produksi pertanian. Saat ini, kegiatan ini mulai terganggu dengan dibatasinya mobilitas akibat adanya kebijakan restriksi sosial (PSBB).

Ketiga, fleksibiltas atau relaksasi aktivitas sektor pertanian di masa pandemi Covid-19 tidak akan banyak bermanfaat jika disrupsi permintaannya (demand) tidak diatasi. Saat ini beberapa komoditas utama sedang mengalami panen.

Dalam hal ini Aliran Pemikiran ekonomi Fisiokrat berpandangan bahwa sumber kekayaan Negara dan masyarakat adalah kekayaan alam. Pemikir aliran ini percaya bahwa alam diciptakan oleh Tuhan penuh dengan keseimbangan dan keharmonisan yang bersifat kosmopolit. Atas dasar itu, maka berikanlah kebebasan pada manusia untuk melaksanakan apa yang terbaik untuk dirinya masing-masing. Pemerintah tidak perlu campur tangan dalam mengatur perekonomian.Pemikiran inimenjadi cikal bakal doktrin “Laizzes faire-laizzes passer”. Tanpa intervensi pemerintah maka semuaaktivitas manusia aka berjalan secara seimbang, otomatis serta bersifat mengatur   sendiri.

Tokoh utama aliran physiocrats adalah Francois Quesney. Buku Quesney yang berjudul “Tableau Economique” adalah usaha pertama pembuatan model matematika terhadap seluruh aspek ekonomi dan menunjukkan bagaimana sesungguhnya hubungan antar bagian ekonomi tersebut.

Aliran Fisiokrat adalah suatu paham yang mengutamakan segi pertanian dan kebebasan. Aliran Physiocrats membangun teori mereka berdasarkan konsep hukum alam sehingga mereka menamakan dirinya Physiocratism yang berasal dari kata physic, yangartinya alam, cratain atau cratos yang artinya kekuasaan. Dengan kata lain, penganut aliran ini percaya bahwa sumber daya alam adalah sumber dari kekayaan. Kaum physiocrats percaya bahwa alam diciptakan Tuhan penuh keselarasan dan keharmonisan. Kaum physiocrats percaya bahwa sistem perekonomian juga mirip dengan alam yang penuh harmonis tersebut. Dengan demikian setiap tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan masing-masing juga akan selaras dengan kemakmuran masyarakat banyak. Beri manusia kebebasan dan biarkan mereka melakukan yang terbaik bagi dirinya masing-masing.

Dengan atau tanpa adanya pandemi COVID-19, pendapatan bisa dibilang cukup rendah. Terlebih, musim panen padi, tidak dilakukan setiap bulan, sehingga pendapatan yang minim itu, harus dikelola untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Winardi,sejarah perkembangan ilmu ekonomi,Bandung Tarsito

https://id.scribd.com/doc/307315158/Pemikiran-Mazab-Fisiokrat

Sumitro Djojo Hadikusumo 1981,perkembangan pemikiran ekonomi,Yayasan obor Indonesia,Jakarta

Deliarnov,1997,perkembangan pemikiran ekonomi

https://www.scribd.com/document/245883140/ALIRAN-FISIOKRAT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.