oleh

UMKM Dalam Meminimalisir Tingkat Pengangguran Akibat Covid-19

UMKM Dalam Meminimalisir Tingkat Pengangguran Akibat Covid-19

Oleh: Annisa Nurul Fatiha
(Mahasiswi Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar)

 

Karena dengan adanya pandemi Covid-19 ini menyebabkan angka pengangguran di Indonesia meningkat karena banyaknya para pekerja yang di PHK dan dirumahkan atau dihimbau untuk dirumah saja. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) peningkatan pengangguran terbesar terjadi pada kelompok anak muda yang berusia 20-29 tahun.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada penduduk usia 20-24 tahun sebesar 17,66% pada Februari 2021, meningkat 3,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 14,3%. Peningkatan TPT pada kelompok usia ini menjadi yang terbesar dibanding kelompok usia lain.Peningkatan TPT terbesar kedua ada pada penduduk usia 25-29 tahun. Pada Februari 2021, TPT kelompok usia ini sebesar 9,27%, meningkat 2,26% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 7,01%.

Seorang ahli ekonomi Inggris yang terkenal dengan teorinya “Keynesian” yakni John Maynard Keynes (1883–1946). Teori ini menjadi model ekonomi standar di negara-negara maju pada masa Great Depression (1929 – 1930) . Didalam bukunya yang berjudul “The General Theory of Employment, Interest and Money” Dalam buku ini dikemukakan teori tentang keberadaan pengangguran yang akan selalu ada kapan saja dalam waktu yang tidak terbatas. Menurut teori Keynes sesungguhnya masalah pengangguran terjadi akibat permintaan agregat yang rendah, sehingga terhambatnya pertumbuhan ekonomi bukan disebabkan oleh rendahnya produksi akan tetapi rendahnya konsumsi. Solusi Keynes untuk menerobos hambatan pereknomian ini adalah dengan campur tangan darisektor publik dan pemerintah. Ia berpendapat bahwa pemerintah harus campur tangan dalam peningkatan belanja masyarakat, baik dengan cara meningkatkan suplai uang atau denganmelakukan pembelian barang dan jasa oleh pemerintah sendiri.

Telah banyak program  pemerintah lakukan untuk mengurangi pengangguran. Dengan adanya kondisi Pademi ini, sejumlah masyarakat memilih untuk membuka peluang mereka dengan membuka usaha. Hal ini di akibatkan karena rentetan akibat dari banyaknya karyawan yang di PHK ataupun di rumahkan.

Melalui pendirian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat memberikan peluang usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan dan melimpahkan sumber daya manusia yang belum mampu dikelola pemerintah. UMKM dapat dikatakan sebagai penyumbang terbesar PDB (Produk Domestik Bruto) dan menjadi andalan dalam penyerapan pengangguran, substitusi produksi barang konsumsi, mensubstitusi produksi barang konsumsi atau setengah jadi. Sector UMKM menjadi penyelamat ekonomi ketika banyak industry yang terhenti dan banyak pekerja yang di-PHK.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah  (UMKM) merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi. Namun, tingginya jumlah UMKM di Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan yang ada.

Namun, tidak semulus dimana pelaku usaha dituntut untuk berpikir secara inovatif serta kreatif dalam menemukan strategi terbaik guna keberlangsungan usahanya apalagi di tengah persaingan usaha yang semakin meningkat.

Pada masa sekarang, masyarakat secara umum sudah tidak asing lagi dengan penggunaan teknologi berbasis internet. Oleh sebab itu untuk bertahan di masa pandemi Covid-19, salah satu strategi yang dapat dilakukan UMKM adalah dengan bergabung ke dalam marketplace atau berjualan dan memasarkan produknya secara digital melalui platform e-commerce. Mengingat lanjut Teten, sudah semakin banyak masyarakat yang go digital yang terlihat dari angka peningkatan transaksi beberapa e-commerce besar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Monavia Ayu Rizat. 2021. BPS: Tingkat Pengangguran Anak Muda Semakin Tinggi Saat Pandemi. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/08. Diakses pada tanggal 13 Desember 2021

Putri, S. (2020). Kontribusi UMKM terhadap Pendapatan Masyarakat Ponorogo: Analisis Ekonomi Islam tentang Strategi Bertahan di Masa Pandemi Covid-19. EKONOMIKA SYARIAH: Journal of Economic Studies, 4(2), 147-162.

Rosyada, M., & Wigiawati, A. (2020). Strategi Survival Umkm Batik Tulis Pekalongan Di Tengah Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada “Batik Pesisir” Pekalongan). Jurnal Bisnis Dan Kajian Manajemen, 4(2), 189–214. https://doi.org/10.35308/jbkan.v4i2.2424

T.Bahran Basyiran. 2012. Pemikiran Konsep Ekonomi. http://tbahran.blogspot.com/2012/08. Diakses pada tanggal 13 Desember 2021

Wardani, F. S., Lestari, I. P., Sari, D. T., & Wulandari, N. M. U. T. (2021). STRATEGI PEMASARAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI MASA PANDEMI. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies5(1), 27-38.

Wikipedia. 2007. Theory of employment interest and money. https://id.wikipedia.org/wiki/The_General_Theory_of_Employment,_Interest_and_Money. Diakses pada tanggal 13 Desember 2021

UMKM Dalam Meminimalisir Tingkat Pengangguran Akibat Covid-19

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.