oleh

Laporkan kluster omicron pertama, Thailand batalkan beberapa acara Tahun Baru

TOPIKTERKINI.COM – BANGKOK: Thailand pada Jumat melaporkan klaster domestik pertama infeksi virus corona dari varian omicron di provinsi Kalasin di timur laut Thailand, kata para pejabat.

“Dari klaster Kalasin, ada 21 infeksi baru,” kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Apisamai Srirangsan.

Infeksi berasal dari pasangan yang melakukan perjalanan dari Belgia melalui skema Test & Go negara itu yang membebaskan karantina untuk kedatangan yang divaksinasi, katanya.

Keduanya dites negatif untuk infeksi sebelum bepergian dan setelah tiba di Thailand pada awal Desember.

“Pada 15 Desember, mereka mulai mengalami gejala dan dites positif dan kemudian dikonfirmasi memiliki varian omicron,” katanya.

Pengumuman itu muncul saat ibu kota Thailand, Bangkok, membatalkan kegiatan Tahun Baru yang disponsori pemerintah, termasuk shalat tahajud.

Kembang api dan acara hitung mundur yang diselenggarakan oleh mal masih berlangsung dan akan membutuhkan bukti vaksinasi dan hasil tes antigen.

Kementerian kesehatan juga sebelumnya mengatakan akan memperkenalkan dosis booster keempat untuk tenaga medis.

Sejauh ini, Thailand memiliki 205 infeksi dari varian omicron, sebagian besar pada pendatang asing. Dari jumlah itu, 25 orang terinfeksi dari omicron dari yang datang dari atas kapal.

Cluster lain sedang diselidiki di selatan negara itu, kata kesehatan senior Supakit Sirilak dalam jumpa pers terpisah.

Negara itu melaporkan transmisi lokal pertamanya dari varian tersebut pada hari Senin dan kemudian mengembalikan karantina untuk kedatangan asing, mengakhiri pengabaian bagi wisatawan yang divaksinasi. Program sandbox yang mengharuskan wisatawan untuk tinggal di pulau resor Phuket selama tujuh hari tetap berlaku.

Kita harus mengikuti langkah-langkah perlindungan dengan cermat dan memperlambat wabah sebanyak mungkin, kata Supakit.

Thailand telah melaporkan total 2,2 juta infeksi yang dikonfirmasi dan 21.528 kematian. Sekitar 62 persen dari sekitar 72 juta orang yang tinggal di negara itu telah menerima dua dosis vaksinasi. – AN

Editor: Erank

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.