oleh

Kadivpas Kemenkumham Sulsel Serahkan 305 Remisi Khusus Natal, Satu WBP Dinyatakan Bebas

TOPIKterkini.com–Makassar: Sebanyak 305 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama kristen pada tujuh belas Lapas dan Rutan di Sulsel mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana (remisi) khusus natal tahun 2021.

Kadiv Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sulsel Edi Kurniadi serahkan Remisi Khusus Natal tersebut kepada perwakilan WBP di Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin Sabtu 25/12/2021.

Pada kesempatan itu Edi mengatakan, dari 24 Lapas/Rutan yang ada di Sulsel, hanya 17 Lapas/Rutan  mengusulkan WBPnya untuk menerima remisi khusus natal tahun 2021.

Sebanyak 305 WBP yang diserahkan secara simbolis, yang selanjutnya kepala Rutan/Lapas menyerahkan kepada WBP masing-masing ditempat. Dari jumlah tersebut (305, Red), sebanyak 304 orang mendapatkan Remisi Khusus Satu (RK.I) yang artinya setelah menerima Remisi WBP  masih menjalani sisa pidananya.

Secara rinci Jumlah penerima RK I  adalah  63 orang mendapatkan 15 hari, 192 orang mendapatkan1 bulan, 35 orang mendapatkan 1 bulan 15 hari dan 14 orang mendapatkan remisi  2 bulan.

Sementara itu ada 1 orang WBP mendapatkan remisi khusus dua (RK.II)  yang besarnya 1 bulan, penerima RK II ini setelah dapat remisi langsung dapat di keluarkan dari Lapas/Rutan .

“Jumlah penghuni lapas/rutan yang beragama kristen sebanyak 465 orang terdiri dari 413 orang narapidana dan 52 orang tahanan, ” Terang Edi.

Lebih lanjut dikatakan Edi bahwa WBP yang berhak mendapatkan remisi adalah yang telah menjalani pidana  selama paling sedikit 6 bulan dihitung dari tanggal penahanan sampai hari raya natal 2021 ini, berkelakuan baik, serta aktif mengikuti program pembinaan di dalam Lapas dan Rutan.

Ditempat yang sama Kabid pembinaan, Bimbingan dan TI Divpas, Rahnianto mengatakan pemberian remisi ini di dasarkan pada Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan;  Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tatacara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan; dan  Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tatacara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

Serta Permenkumham No. 18 tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat

Menurut Rahnianto, Warga binaan beragama kristiani yg mendapatkan remisi natal berjumlah 305 orang, lima Lapas/Rutan yang paling banyak napinya menerima remisi adalah Rutan Makale 96 orang, Lapas Palopo 69 orang, Lapas Makassar 28 orang, Lapas Narkotika 26 orang, Rutan Makassar 15 orang.

Rahnianto menambahkan, pemberian remisi ini bertujuan memberi motivasi narapidana untuk dapat  menyadari kesalahannya dengan memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan selama dan  setelah menjalani pidana, tandasnya.

Laporan : Humas Kanwil Kemenkumham

Editor. : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.