oleh

Terkait Pernyataan Istri TSK Korupsi Proyek DAK Tangkap Air di Bunobogu, ini Jawaban F

Topikterkini.com.Buol – Pernyataan yang menghebohkan terkait permintaan dana oleh Inisial (F) kepada Istri R tersangka Dugaan Korupsi Proyek Tangkap Air Desa Bunobogu tahun 2019 yang bersumber dari DAK Afirmasi dengan nilai Pagu 2 Miliyar lebih.

Hal ini dibeberkan oleh Nurlela istri tersangka R dihadapan sejumlah media, Jumat (27/1/2022).

Diketahui permintaan dana oleh F yang dinyatakan Nurlela dimaksudkan untuk mengamankan persoalan yang sedang dihadapi oleh tersangka R, beber Nurlela kepada awak media di Cafe Sisi Utara kelurahan Kali Kecamatan Biau Kabupaten Buol.

Dikesempatan itu, Nurlela yang didampingi kuasa hukum suaminya, Dr Irwanto Lubis, S H, MH mengaku sebanyak empat kali oknum F alias H mendatangi rumahnya untuk dimintai sejumlah uang guna memuluskan proses perkara yang disangkakan kepada suaminya agar lolos dari jeratan hukum.

” Saya didatangi F di rumah sudah empat kali terakhir bulan Desember 2021 untuk dimintai uang sejumlah Rp.75 juta untuk menyelesaikan perkara agar suami saya bebas dari jeratan hukum” ungkap Nurlela.

Lebih lanjut Nurlela mengatakan permintaan sejumlah uang tersebut hingga suaminya R ditetapkan jadi tersangka uang yang diminta oleh oknum F tidak direalisasikan.

” Terakhir pada bulan Desember 2021, F datang lagi untuk menanyakan kesiapan dana, namun saya sampaikan saat ini saya belum dapat uang ” bebernya.

Menanggapi tudingan Nurlela, F dikonfirmasi dikediamannya membantah keras, dikatakannya bahwa kedatangannya di rumah Nurlela sama sekali tidak ada membicarakan soal uang hanya sebatas menanyakan sudah sejauh mana proses perkara suaminya.

” Tidak benar itu, saya datang kerumah Nurlela hanya sebatas menanyakan sudah sejauh mana proses perkaranya, karena saya berteman dengan suaminya, saya tidak ada meminta uang seperti yang ditudingkan Nurlela sekali lagi itu tidak benar” tegas F alias H.

Diketahui Proyek Tangkap Air tersebut dikerjakan oleh CV. Laju Sedayu sedang berjalan proses gugatan Praperadilan di Pengadilan Negeri Buol terhadap Kejari Buol dalam hal ini Kacabjari Lokodidi atas penetapan tersangka R yang menurut hasil audit BPKB diduga telah merugikan Negara sebesar Rp. 1,9 Miliyar.

(Husni Sese)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed