oleh

DPK PEKAT-IB JALIN KERJASAMA DENGAN ECO FARMING

Topikterkini.Com.Sumbar – Menyikapi langkanya pupuk subsidi dan tidak terjangkaunya oleh petani pupuk non subsidi membuat petani menjerit. Bagaimana tidak tanaman wajib diberi pupuk karena tanpa pupuk hasil pertanian bisa dipastikan menurun drastis dan tak tertutup kemungkinan gagal panen.

Sekarang ini pupuk merupakan jadi kebutuhan primer kaum tani. Melambungnya harga pupuk dan anjloknya harga jual hasil tani membuat tekanan sosial bagi petani menjadi tak berimbang. Ditambah lagi dalam kondisi wabah pandemi covid-19 tak kunjung reda ini semakin cukuplah penderitaan kami,petani demikian disampaikan salah seorang peserta sosialisasi yg bernama bapak zulkhaeri Iskandar Datuak Sagalo basa menjelaskan pada awak media ini, Jumat 11 februari 2022.

Kegiatan Sosialisasi Pupuk Organik Ramah Lingkungan ECO Farming di prakarsai oleh DPW PEKAT-IB SUMBAR /DPD PEKAT-IB Kabupaten Agam dan pada hari ini Jumat 11 Februari 2022 DPK PEKAT-IB Kecamatan Palembayan sebagai tuan rumah.

Dengan menghadirkan masyarakat Tani dan Kelompok Tani bertempat di aula Kantor Walinagari Sungaipuar Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam. Sebagai pemateri Riyo Marten, dalam penyampainya mengatakan pupuk Eco Farming berbasis organik disamping menyuburkan tanah yg telah lama terkontaminasi zat kimia yg menguras unsur hara tanah.

Hal ini juga dapat menjawab tantangan petani saat ini yang kalang kabut dan dipusingkan dengan mahal dan langkanya pupuk kimia dipasaran.

Pemakaian pupuk Eco Farming yang jika pemupukannya sesuai dengan SOP dibeberapa testimoni terjadi peningkatan hasil produksi. Baik itu tanaman padi, palawija maupun tanaman keras termasuk sawit.

“Jadi disamping menyehatkan tanah dan ramah lingkungan sangat membantu petani meningkatkan hasil produsi di tambah lagi bagi kalangan pebisnis menjadi peluang baru menambah pendapatan,”ungkap Roy Marten.

Sesuatu yang perlu digaris bawahi, kehadiran Pupuk Eco Farming jangkauannya jauh ke depan sampai ke anak cucu nantinya.” Jangan wariskan tanah kurus kerontang yg terkontaminasi zat kimia yg kontinyu dan berulang – ulang pada tanah yg menyebabkan minusnya unsur hara tanah dikemudian hari,”Tambah Roy.

Yulifsonneri. AMd selaku Walinagari Sungaipuar Palembayan Agam yg baru sebulan menjabat sangat apresiasi dengan program Ormas PEKAT-IB yang pro petani dan juga sejalan dengan Visi dan Misi Walinagari meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satu program andalan Yulifsonneri. AMd adalah GERTAK RANJAU ( Gerakan Serentak Pekarangan Hijau ) dengan memberdayakan Lembaga PKK dan Kelompok Dasa Wisma serta Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani ( KWT ).

Hal ini tak terlepas dari pupuk ramah lingkungan berbasis organik. Bahkan beliau tidak menyebutkan dan merekomendasikan sebuah merk yang penting Pupuk berbasis organik demikian disampaikan dalam sambutannya.

Max Anthony Azmi sebagai moderator didampingi Zulhaeri Iskandar selaku Ketua DPK PEKAT-IB PALEMBAYAN menyampaikan Pesan Ketua DPW PEKAT-IB Provinsi Ir.AFRIZAL DT.RAJO BAGINDO tidak dapat hadir sehubungan padatnya kegiatan dan berharap Demplot Budidaya jagung berbasis organik yg ditempatkan di DPK PEKAT- IB PALEMBAYAN dengan pembiayaan DPW PEKAT- IB Provinsi dan Pengawasan DPD Kabupaten Agam yg di Pimpin DELCO FITRIL .SIP.

“Tolong maksimalkan program ini sampai panen nantinya, dilain pihak konfirmasi lewat Handphone BNN pada bapak Nofriyol Datuak Rajo Nan Panjang selaku badan penasehat pekat IB palembayan yang juga beliau sebagai salah satu pengurus DPP KWRI,”ujar Max Anthony.

Sementara Pemangku adat, Nofriyol Datuak Rajo Nan Panjang berharap kepada pengusaha bisa bekerjasama dengan pekat IB secara berkesinambungan.

“Artinya harus berlanjut sampai menuai keberhasilan yang maximal, ” Pungkas Nofriyol Datuak Rajo Nan Panjang selaku badan penasehat pekat IB.

(DRNP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed