oleh

Petani Ikan Karamba Jaring Apung Danau Maninjau Agam Merugi, Ikan Mati Mendadak”

Topikterkini.com.Agam Sumbar – Petani keramba jaring apung (KJA) Danau  Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat kembali telan kerugian ratusan juta, setelah ikan yang siap untuk dipanen  mengalami mati mendadak pada Jumat dan Sabtu kemaren.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kepala  Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat Rosva Deswira, Ikan dalam KJA ini mati akibat kekurangan oksigen setelah daerah itu dilanda angin kencang disertai curah hujan tinggi beberapa waktu lalu, katanya di Lubuk Basung, Senin (14/2/2022)

Lebih lanjut Rosva Deswira menyampaikan, kali ini petani yang mengalami kerugian berada di Nagari Koto Malintang dan Nagari Duo Koto dengan jumlah ikan yang mati sekitar 40 ton

Ikan yang mati dengan ukuran siap panen  berada di Nagari Koto Malintang sebanyak 30 ton dan Nagari Duo Koto 10 ton.

Dengan kejadian itu, petani mengalami kerugian sekitar Rp800 juta, karena harga ikan tingkat petani sekitar Rp20 ribu per kilogram. Sehingga petani mengalami rugi ratusan juta ,” katanya.

Dengan kondisi itu, ia mengimbau petani untuk segera memanen dan memimdahkan ikan yang masih hidup ke lokasi lain dan tidak menebar bibit ikan.Ini untuk mencegah kerugian akibat kematian ikan secara massal,” katanya.

Ia mengakui, kematian ikan secara massal ini merupakan perdana pada 2022.Sedangkan selama 2021 sebanyak 1.764 ton dengan kerugian sekitar Rp35,28 miliar.

Terkait penanganan bangkai ikan, pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada petani KJA agar jangan membuang bangkai ikan kedanau lebih baik mengubur bangkai ikan, sehingga tidak terjadi pencemaran di Danau Maninjau.

Kata Rosva, selain itu pihaknya juga sudah memberikan imbau agar petani, tidak menebar bibit ikan mulai September sampai Januari 2022, karena resiko kematian cukup tinggi saat itu.(Syafrianto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed