oleh

Masyarakat Kelurahan Tanjung Palas Resah Terkait Kebisingan Kilang Pertamina

Topikterkini.com.Dumai – PT. Pertamina RU II Dumai akhirnya buka suara terkait kebisingan yang menganggu aktivitas masyarakat di Kelurahan Tanjung Palas dalam beberapa waktu terakhir dihadapan RT-RT dan tokoh-tokoh masyarakat Kelurahan Tanjung Palas.

Hal ini disampaikan Manager Komrel Pertamina RU II Dumai, Nurhidayanto dalam memenuhi surat dari Kelurahan terkait keresahan warga Tanjung Palas, di Aula Pertemuan Kantor Lurah Tanjung Palas LT II, Selasa (22/2).

Nurhidayanto didalam kesempatan nya mengakui adanya beberapa kejadian didalam kilang di awal tahun dan akhir tahun dimana kejadian-kejadian Star Up dan ledakan itu sudah menganggu aktivitas masyarakat sekitar Tanjung palas dengan mengeluarkan suara bising.

“kami sudah berupaya semaksimal mungkin, minimalisir dan menangani agar tidak lama dan tidak mengeluarkan suara bising, terutama di malam hari,” ujar Nurhidayanto.

Nurhidayanto juga melontarkan Permintaan maaf nya untuk saat ini dan beberapa hari ini karena sudah meresahkan masyarakat, dan kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin.

Disamping itu, Ketua RT 04 Tanjung Palas, Suryanto menyatakan paham tidak paham apa yang terjadi di Kilang seharusnya kami harus memahami, akan tetapi kami berharap pihak Pertamina memahami masyarakat Tanjung Palas khususnya.

Selain itu salah satu tokoh masyarakat, Muhammad Ali secara tegas menyatakan, kami merasa didzolimi baik di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain-lain, upaya PT Pertamina yang kami rasakan hanya di mulut, program itu tidak nyata.

“Seperti apakah program yang di luncurkan PT Pertamina, segi pendidikan, sudah berapa orang? segi kesehatan bagaimana? infratruktur apa saja, ini kami tidak tau pak?,” ungkap Ali.

Lanjutnya, “kesejahteraan kami terasa di renggut, kami ingin tidur nyenyak, terganggu dengan ada kebisingan kilang, kami ingin menghirup udara segar teryata kami menghirup udara yang terkadang baunya menyengat, belum lagi debu-debu kuk, dan mulai hari ini kami masyarakat nyatakan Konflik dengan PT Pertamina,” jelas Muhammad Ali.

Setelah itu, salah satu warga Kelurahan Tanjung Palas, Sopyan memaparkan, semenjak PT Pertamina berdiri kami sebagai masyarakat yang berdekatan dengan PT Pertamina, Mobil ambulance pun tidak ada.

“Saya berharap PT Pertamina bisa membantu masyarakat Mobil Ambulance, agar bisa dipergunakan masyarakat sekitar,” harap Sopyan.

LPMK Kelurahan tanjung Palas, Rifai Hasbi juga sepakat menyatakan konflik dengan PT Pertamina, apabila tidak ada lagi keharmonisan masyarakat yang berdampingan langsung dengan PT Pertamina.
Editor: Sriningsih.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed