Topikterkini.com.Buol – Wakil Bupati Buol H. Abdullah Batalipu, S.Sos, M.Si Memimpin secara Virtual Rapat Kerja terkait Penanganan Covid dan Percepatan Vaksinasi Covid 19 Kab. Buol, bertempat di Aula Vidcon Badan Pendapatan Daerah Kab. Buol, Rabu 2 Februari 2022.
Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Ka. DP3APMD, Direktur RSUD Mokoyurli Buol selaku Jubir Covid, Perwakilan Dinas Kesehatan dan Sekretariat Satgas penanganan Covid 19 Kab. Buol.
Wakil Bupati dalam arahannya lebih menekankan terkait pemanfaatan penggunaan Dana Desa dalam rangka penanganan covid dan percepatan vaksinasi covid 19.
Dana desa merupakan dana yang diluncurkan oleh pemerintah pusat kepada desa dalam rangka mempercepat pembangunan didesa serta dalam era pandemi ini mendorong, memotivasi Pemerintah Desa dan stakeholder desa di kabupaten Buol untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi covid 19 melalui pemanfaatan Dana Desa sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati serta didampingi oleh Ka. DP3APMD Kab. Buol yang ikut menyampaikan Tujuan menampilkan gambaran dan contoh-contoh nyata implementasi pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan pandemi covid 19.
Artinya, bahwa telah memberikan peluang kepada desa agar bisa menggunakan dana desa untuk kita menjaga mencegah berbagai macam aspek, khususnya terkait dengan meluasnya virus Corona 19,” tambah Wakil Bupati
Lebih lanjut beliau juga menyampaikan bahwa pemerintah desa juga dapat menggunakan dana desa untuk penanganan covid-19. Penggunaan dana dapat disesuaikan dengan tingkat eskalasi yang ada di wilayah.
“Oleh sebab itu. kepada seluruh jajaran pemerintah desa, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perangkat desa, bahkan tokoh-tokoh masyarakat, kami menghimbau untuk segera melakukan langkah-langkah persiapan dan antisipasi dengan tetap pedomani instruksi dari gugus tugas yang ada di daerah sehingga penggunaan dan kebutuhan kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan skala yang dialami oleh masyarakat semua,” pesan Wakil Bupati
Terkait dengan administrasi dan akuntabilitas, Wakil Bupati meminta jajaran pemerintah desa untuk mempercepat penyiapan dokumen administrasi. Ini dibutuhkan untuk persyaratan pencairan dana desa. Tahun ini pencairan melalui transfer dari rekening kas umum negara ke rekening kas desa.
Sementara itu Ka.DP3APMD Yani L. Saad, juga menekankan kerja sama dan koordinasi yang baik pemerintah desa, BPBD, pemerintah kabupaten dan dinas terkait, khususnya perubahan anggaran desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Terkait dana desa, pencairan secara bertahap disesuaikan dengan syarat-syarat yang telah dipenuhi oleh pemerintah desa.
“Jajaran pemerintah desa supaya mempercepat syarat-syarat pencairan dana desa karena untuk tahun ini, tahap pertamanya 40%, tahap kedua 40%, dan tahap ketiga 20%. Tahap pertama 40% kurang lebih ada Rp 28,8 triliun,” ujar Yani
Alokasi dana didistribusikan untuk 74.953 desa di 434 kabupaten dan kota di Indonesia. Dana desa yang diperoleh oleh pemerintah desa dapat segera untuk mengantisipasi, mencegah, sekaligus menangani luasnya dampak penyebaran Covid-19.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur RSUD Mokoyurli dr. H. Arianto Panambang sekaligus Jubir Covid 19 didampingi oleh Analisis Epidemiolog Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Buol Rustam SKm, memberikan pemahaman dan pemaparan kondisi terkini terkait penanganan covid, kasus terconfirmasi dan persentase vaksinasi.
Dr. Arianto dalam paparannya menyampaikan Update Rilis Pasien Covid-19 Kab. Buol
Hari ini sebanyak 39 orang positif. Ini adalah angka positif tertinggi yang di rilis dalam 19 hari terakhir sejak pasien pertama positif Covid-19 di Kabupaten Buol pada tanggal 11 Pebruari 2022.
Dengan bertambahnya jumlah pasien covid-19 yang di rilis hari ini, maka sampai dengan hari ini ada 166 warga yang positif, 162 orang menjalani isolasi mandiri, tersebar di 10 kecamatan kecuali Kecamatan Tiloan dan 4 orang sementara menjalani perawatan di Ruang Isolasi Covid-19 UPT. RSUD Mokoyurli Buol.
Sepanjang pekan ini jumlah pasien covid-19 yang di rilis selalu lebih dari 15 kasus perhari. Angka angka ini masih berpotensi terus meningkat setiap harinya jika melihat trend peningkatan yang ada.
Potensi penularan ini di sebabkan karena adanya riwayat perjalanan dari luar kota buol. Selain karena banyaknya pelaku perjalanan pada beberapa kali tracking trlah ditemukan pasien covid-19 dengan transmisi lokal. Ini menandakan bahwa intensitas penularan dan penyebaran telah terjadi di sekitar pasien dan berpotensi tinggi meningkat.
Di situasi seperti ini mari terus berupaya untuk meningkatkan upaya dan tindakan proteksi dan penyelamatan. Kepada masyarakat kami harapkan agar segera mengikuti vaksinasi di gerai – gerai yang ada serta terus mari tetap saling mengingatkan untuk taat dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.
Ikhtiar ini wajib kita gencarkan untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat dari Pandemi Covid-19 serta menjadi prasyarat agar Kabupaten Buol segera mencapai Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)
” Saat ini kasus terkonfirmasi terus bertambah baik yang isman dan yang menjalani perawatan di RSUD Mokoyurli, saya hanya berpesan pada kita semua antisipasi para pelaku perjalanan peran kita semua terutama teman teman yang berada di wilayah rekan camat dan kades serta satgas untuk bisa mengantisipasi dan mengendalikan hal ini “. Ungkap dr. Anto.
Pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Buol yang dimulai sejak tanggal 02 Februari 2021, dengan target sasaran yang dikeluarkan oleh Pusdatina adalah sejumlah 115.259 Jiwa yang terdiri dari beberapa segment pemberian, yaitu :A. Tenaga Kesehatan 1259 Jiwa : Dosis 1 121,21 % Dosis 2 118,11 % dan Dosis 3 99,52 % B. Lansia 7816 Jiwa : Dosis 1 59,93 %, Dosis 2 41,93 % dan Dosis 3 3,39 % C. Pelayan Publik 11125 Jiwa : Dosis 1 122,05 %, Dosis 2 94,34 & dan Dosis 3 6,11 % D. Masyarakat 62.649 Jiwa : Dosis 1 74,90 %, Dosis 2 48,58 % dan Dosis 3 1,53 % E. Remaja 16175 Jiwa : Dosis 1 94,39 %, Dosis 2 59,46 % dan Dosis 3 0 % F. Anak 16235 Jiwa : Dosis 1 54,74 % dan Dosis 2 2,86 % sehingga total capaian Dosis 1 di Kabupaten Buol Dosis 1 : 78,84 %, Dosis 2 48,39 % dan Dosis 3 2,74 %.
sehingga sangat diharapkan semua dapat memberikan dukungan baik itu pemerintah, swasta dan seluruh masyarakat untuk dapat mengejar angka heard imunity di Kabupaten Buol sebanyak 100 % dari nilai 70 % target sasaran di Kabupaten Buol atau kata lain jika kita dapat melaksanakan vaksinasi dengan jumlah sasaran 115.259 jiwa maka angka tersebut merupakan angka capaian heard imunity di Kabupaten Buol ujar Rustam dalam paparannya.
Kegiatan berlanjut dengan diskusi tanya jawab yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buol selaku Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Buol.
Hadir secara virtual dalam pertemuan ini Camat dan Unsur Forkopimcam, Para Tenaga Kesehatan, serta Lurah dan Kades Se Kabupaten Buol.
Sumber: Prokopim Buol
Laporan: Husni Sese











