oleh

Pemecahan Sertifikat Dipending, BPN Bulukumba Dilaporkan Ke Ombudsman

TOPIKTERKINI.COM – BULUKUMBA | Pengajuan Pemecahan sertifikat dipending, warga Dusun Masagena, Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba merasa dirugikan, BPN bakal di laporkan ke Ombusmen, Kamis 18/3/2022.

Menurut Ismail anak dari Suhera, (pemohon) bahwa sejak bulan Agustus 2021 dirinya sudah mengajukan permohonan untuk pemecahan Sertifikat atas nama Suhera. Namun proses pemecahannya ditunda,” katanya.

Kata Ismail, dengan adanya penundahan dari pihak pertanahan, maka pihak pemohon merasa sangat dirugikan karena sampai saat ini permohonan pemecahan sertifikat yang diajukan sejak bulan Agustus 2021 belum selesai,” katanya.

“Sudah tiga kali dilakukan mediasi di kantor pertanahan Bulukumba, tapi pihak yang mengajukan somasi tidak pernah hadir setiap dilakukan mediasi, Termasuk kuasa hukum dari pihak yang mengklaim,” jelasnya.

Harapan pemohon pihak pertanahan BPN Bulukumba segera melakukan proses Pemecahan Sertifikat yang diajukan oleh pemohon (Suhera) karena pengajuan proses pemecahan sudah memakan waktu cukup lama

“Harusnya  pihak pertanahan (BPN) Bulukumba segera menindaklanjut pemecahan sertifikat saya, karena sudah cukup lama dan upaya  mediasi  sudah berakhir Kamis lalu,” pungkasnya.

Pihak Notaris, Rahim SH, mengaku bahwa permohonan klien atas nama Suhera, sejak bulan Agustus 2021. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari pertanahan (BPN) Bulukumba.

Padahal kata Rahim, bahwa seharusnya pihak pertanahan (BPN) Bulukumba sudah menindaklanjuti proses pemecahan Sertifikat atas nama Suhera, sebab masa sanggahan pihak pengklaim sudah lewat 90 hari dan tidak ada alasan pertanahan menunda.

“Harusnya pertanahan (BPN) Bulukumba segera memproses data pengajuan Pemecahan Sertifikasi pemohon, sebab masa sanggahan pihak pengklaim sudah lewat 90 hari, Sehingga tidak ada alasan pihak pertanahan untuk menunda lagi, ” bebernya.

Pemecahan Sertifikasi Dipending, BPN Bulukumba Dilaporkan Ke OmbudsmanKepala badan pertanahan Nasional (BPN) Bulukumba Muhammad Yusri Andi Mappasulle yang dikonfirmasi diruang kerjanya mengaku bahwa selama dilakukan mediasi pihak yang memberi somasi atau yang memberi sanggahan tidak pernah hadir.

“Ia badan pertanahan Nasional BPN Bulukumba sudah memberikan waktu untuk dilakukan upaya mediasi, hingga tiga kali namun, dari pihak yang mengklaim tidak  pernah hadir dengan alasan berhalangan (sakit),” katanya.

Masih kata Yusri bahwa jika didalam upaya mediasi gagal, maka silahkan tempu jalur hukum, atau melalui keperdataan, Karena upaya mediasi sudah tidak ada lagi. Tinggal menunggu berakhirnya masa sanggahan.

“Soal mediasi, badan pertanahan Nasional BPN Bulukumba sudah melakukan upaya mediasi mengundang kedua pihak antara pemohon (Suhera) dengan kuasa hukum, pihak yang mensomasi. Jadi perlu diketahui tidak ada lagi mediasi di kantor pertanahan BPN Bulukumba, terakhir Kamis lalu,” jelasnya

Menyikapi hal itu, kuasa hukum dari pihak pemohon, A. Agus Patra SH, mengaku bahwa seharusnya pertanahan (BPN) Bulukumba segera memproses pengajuan Pemecahan Sertifikasi pemohon atas nama (Suhera).Sebab masa sanggahan pihak pengklaim sudah lewat 90 hari.

“Ia tidak ada alasan pihak pertanahan (BPN) Bulukumba untuk menunda-nunda, pengajuan Pemecahan Sertifikat klien saya. Karena masa sanggahan dan mediasi sudah berakhir selama tiga kali pertemuan.

Kata Agus, saat dilakukan mediasi untuk dipertemukan antara kedua belah pihak, selama itu juga pihak yang mengklaim tidak pernah hadiri proses mediasi di kantor pertanahan (BPN) Bulukumba.

“Selama proses mediasi berjalan pihak yang mengklaim mangkir dari panggilan Pertanahan (BPN). Harusnya pertanahan tidak lagi menunda proses pengajuan Pemecahan Sertifikat klien saya.

Pemecahan Sertifikasi Dipending, BPN Bulukumba Dilaporkan Ke OmbudsmanLanjut Agus, bahwa pihaknya sudah melayangkan surat pengaduan di kantor perwakilan Ombudsman Sulawesi Selatan, terkait adanya dugaan permainan ditubuh pertanahan BPN Bulukumba, “Intinya, pihak yang melakukan somasi atau sanggahan di pertanahan BPN Bulukumba tidak bertanggung jawab dan sudah merugikan klien kami, Dan saat ini saya sudah layangkan pengaduan di kantor Ombusmen Sulawesi Selatan,” pungkasnya

Laporan: Andi Burhanuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed