oleh

Disela Giat Musrembang, Gubernur Sulteng dan Bupati Buol Sempatkan Diskusi Dua Hal Penting

Topikterkini.com.Palu – Disela sela kegiatan musrembang, Bupati Buol dr. H. Amirudin Rauf Sp.Og, M.Si berdiskusi tentang peluang sulteng menjadi penyanggah pangan ibukota negara bersama Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdi Mastura, Senin 11 April 2022.

Dengan cara melakukan Optimalisasi semua sumber daya daerah dalam memanfaatkan keunggulan komparatif masing masing wilayah yang didukung dengan infra struktur termasuk energy power yg memadai.

Amirudin Rauf dalam pernyataannya, menyampaikan bahwa tujuan perpindahan Ibukota negara salah satunya adalah pemerataan pembangunan. Untuk di ketahui, dalam RTRW Sulteng, Dibagi dalam empat koridor pewilayahan ekonomi, untuk Buol dan Toli-Toli masuk kategori daerah penyangga pangan.

“Buol masuk daerah penyangga atau dapat di sebut daerah belakang, (interland). Fokus komoditas pangan. Sesuai fungsinya menjadi daerah pemasok komoditas semisal pertanian, peternakan, dan perikanan kelautan” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa Buol selain strategis dalam aspek geografis, juga memiliki beberapa aspek yang dapat di maksimalisasi menjadi peluang baik di bidang pertanian, peternakan, serta Perikanan dan Kelautan yang saat ini telah berjalan baik melalui program Pemerintah Daerah.

Namun menurutnya, bahwa salah satu yang harus mampu di maksimalkan oleh Buol adalah meminimalisir panjangnya jalur pemasaran dimana Rantai Pasokan tidak boleh panjang, olehnya jalur transportasi mesti memastikan petani atau peternak dapat langsung menjualnya di pasar Ibukota Negara.

“Sebab, untuk meningkatkan pendapatan rakyat hanya dengan cara menekan Biaya Produksi sekaligus Meningkatkan Produktifitas,”ungkap Amirudin Rauf.

Lebih lanjut menurut Bupati, modal utama dan penting adalah kemauan, Political Will setiap pemimpin, instrumen pemerintahan, dan rakyat di daerah ini yang akan menjadi kunci utama Buol memanfaatkan peluang perpindahan Ibukota.

Selain berdiskusi terkait kesiapan menjadi penyanggah ibu kota negara baru, Bupati Buol juga kembali mengingatkan terkait Keberlangsungan perbaikan dan pemeliharaan jalan propinsi terutama ( pertigaan kuburan raja sampai tiloan ).

Diketahui, hal ini disambut baik oleh Gubernur yang mana diupayakan lanjutannya melalui skema multiyear, maka dengan skema tersebut pembangunan bisa cepat selesai.

Sementara Efisiensi dalam proses pengadaan (dilakukan satu kali) juga waktu pelaksanaan yang simultan dan paralel sehingga efektif serta ekonomis dari segi waktu dan biaya.

Jika mengunakan skema konvensional, pembangunan jalan tidak akan pernah selesai atau tercapai. Masyarakat pun tidak akan pernah menikmati jalan yang berkualitas atau mantap.

Percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan melalui skema multiyears adalah untuk mendukung akses konektivitas jalan provinsi menuju kawasan pariwisata, sentra produksi, akses perkotaan dan daerah tertinggal, sehingga diharapkan dapat memajukan perekonomian di daerah khususnya di Kabupaten Buol adalah Harapan kedua Pemimpin Daerah.

Laporan: Husni Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed