oleh

Ratusan Mahasiswa Dan Aktivis Pemuda Di Jeneponto Gelar Unras, Ini Tuntutannya

Topikterkini.com-Jeneponto: Ratusan mahasiswa dan aktivis pemuda Turatea gelar aksi unujuk rasa di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Senin (11/4/2022).

Para Demonstran berkumpul di Taman Turatea, kemudian menuju titik aksi di persimpangan Jalan Lanto Daeng Pasewang Jalan M. Ali Daeng Gasing Belokallong Kelurahan Balang Toa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.

Setelah berorasi kurang lebih 30 menit, para demonstran yang terdiri dari 33 lembaga mahasiswa ini kemudian long march menuju Kantor DPRD Jeneponto dengan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian, TNI dan Satpol PP.

Ratusan Mahasiswa Dan Aktivis Pemuda Di Jeneponto Gelar Unras, Ini TuntutannyaAksi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Turatea tersebut dalam orasinya menyampaikan tuntutannya menolak wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode serta mendesak Jokowi Ma’ruf Mundur.

Ketua HPMT, Edy Subarga dalam orasinya mengatakan, Indonesia sedang dalam genggaman kuat oligarki.

“Itu karena wacana penundaan pemilihan umum dan perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode. Padahal kan sudah sangat jelas konstitusi soal masa jabatan Presiden. Wacana ini mencoba memperkosa konstitusi kita,” katanya.

Sementara Jenderal Lapangan, Jatong Jalarambang menambahkan, bahwa dengan kondisi saat ini dimana masyarakat masih menderita akibat pandemi covid-19, harusnya pemerintah tidak membahas soal masa jabatan.

Apalagi katanya, belakangan ini fenomena kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga BBM berpotensi melonjakkan harga pangan dan kebutuhan pokok masyarakat. Akan tetapi, berbagai masalah penting ini, justru tak mampu diselesaikan oleh pemerintah.

“Kami menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode. Dan mendesak pemerintah untuk menyelesaikan persoalan kelangkaan minyak goreng dan subsidi bahan bakar minyak (BBM),” tegas Jatong.

Selanjutnya, Jatong dalam orasinya mendesak Presiden Jokowi segera memberikan pernyataan resmi tidak ikut merestui wacana masa jabatan tiga periode serta tetap pada komitmen menjalankan pemilu sesuai jadwal.

Kemudian Dhedy Arsandi dengan suara lantang mendesak Presiden Jokowi mundur karena tidak mampu memimpin Bangsa Indonesia.

“Pemerintah pusat tidak mampu menstabilkan harga bahan pokok seperti minyak goreng ditengah pemulihan ekonomi, BBM terus naik, untuk itu kami mendesak Jokowi Ma’ruf mundur,” tegasnya.

Laporan: Usman S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed