oleh

Bupati Buol Membuka Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar, Program CGP Angkatan ke-3 Tahun 2022

Topikterkini.com.Buol – Bupati Buol Provinsi Sulawesi Tengah, dr. H Amirudin Rauf, Sp.Og, M.Si membuka secara resmi Lokakarya 7 Festival Panen Belajar Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan ke-3 bertempat di Hotel Surya Wisata Kelurahan Kali Kecamatan Biau, Minggu 15 April 2022.

Program dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi ini, Sebelumnya, ditempat yang sama, Sabtu 14 Mei 2022 dilaksanakan kegiatan pendidikan Guru Penggerak.

Turut Hadir dalam pelaksanaan Lokakarya 7 panen hasil belajar Program Guru Penggerak angkatan ke-3, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Abdulah Lamase, S.Ag, M.Si, beserta jajarannya, Kadis Kominfo, Komisi 1 DPRD Buol, para Kepala Sekolah dan pengawas sekolah serta komunitas Praktisi dari Komunitas Pers Independen Kabupaten Buol (KOPi-BUOL).

Kegiatan diawali dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, penampilan tarian tradisional Buol dan tarian Bali PUSPANJALI dari siswi SDN 10 bukal desa mooyong. Dilanjutkan Laporan Panpel oleh Julianti abd.Rahman, S.Pd.M.Pd.

Bupati Buol dalam sambutannya mengatakan, Seorang guru wajib memiliki tiga kriteria dasar.

“Keteladanan, Kompetensi dan Kepemimpinan Sosial, tiga kriteria ini adalah sesuatu yang mutlak dimiliki seorang Pendidik,” terang Bupati.

Lebih jauh Amirudin Rauf menegaskan, yang dimaksud keteladanan yaitu tampil menjadi panutan, memberikan contoh yang baik dalam sifat dan sikap serta perilaku seorang guru. Demikian halnya Kompetensi yang harus dimilik seorang guru, dimana Guru harus menguasai disiplin keilmuan yang diajarkan serta mampu beradaptasi di era Digital dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat juga tantangan yang begitu kompleks.

Diakhir sambutannya, Bupati Buol berharap seorang guru atau pendidik memiliki jiwa Kepemimpinan Sosial.

“Inti dari kepemimpinan sosial adalah Human Relation, bagaimana seorang guru mampu bergaul dengan segala macam strata dalam masyarakat,” ujar Amirudin Rauf.

Lanjut Bupati, Human Relation harus ditunjang oleh Komunikasi, dimana komunikasi itu tidak hanya bersifat verbal yang formalistik namun yang utama adalah membangun komunikasi non verbal dimana bentuk komunikasi ini sangat syarat dengan nilai kesantunan, etika yang akan berdampak terjadinya interaksi positif yang berujung terbangunnya kesadaran kolektif semua elemen dalam memajukan pendidikan.

Sementara Dirjen Guru dan tenaga Kependidikan, pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang di wakili oleh Widyaswara, Roni Sahroni, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, Program Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang berpusat kepada murid. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru

“Dengan program pendidikan Guru Penggerak ini, diharapkan mampu menciptakan pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid,” tukas Roni Sahroni.

Olehnya, dia berharap dukungan penuh dan berkelanjutan dari Pemda, agar program unggulan dari kemendikbud ini, sukses dan menciptakan akselerator akselerator atau agen perubahan di dunia pendidikan.

Diakhir sambutannya, Widyaswara Roni Sahroni mengucapkan terimakasih dan apresiasinya atas kehadiran Bupati Buol dan pemangku daerah lainnya, sehingga kegiatan ini berjalan sukses.

Acara ditutup usai pembacaan doa oleh Al-Kautsar salah satu calon guru penggerak, penyerahan Buku oleh Kepala Dinas Dikbud, Abdulah Lamase, S.Ag, M.Si dan pemotongan tumpeng.

Selanjutnya Bupati Buol dan Rombongan Kemendikbud meninjau stand Festival Panen Hasil Belajar, sejumlah karya nyata dan inovasi pun di tampilkan peserta Festival seperti, program kelas digital, pemanfaatan limbah sampah Organik menjadi bahan bernilai jual dan literasi lingkungan.

Liputan; Husni Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.