Topiktekini.com.Touna – Ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia TOJO UNA – UNA (PMII) dan beberapa anggota PMII, mendatangi kantor KAPOLRES dalam rangka audiens menayakan terkait 3 orang simpatisan teroris yang tertangkap di tojo una-una (ampana), sekaligus meminta respon dan tanggapan kapolres.
“Menurut kami kelompok terorisme adalah kelompok yang meresahkan masyarakat dengan berkedok keagamaan, yang di karenakan bertentangan dengan nilai nilai Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia sehingga menjadi perhatian kita bersama kursusnya kepolisian”ungkap Ketua Cabang PMII Touna Wahyu Nur Alamsyah,Ampana,31/05/22
“PMII sebagai Organisasi ekstra mahasiswa yang berkomitmen memperjuangkan cita cita kemerdekaan indonesia sangat prihatin dengan adanya penangkapan 3 orang di kab. Tojo una una”
“Dengan itu saya berharap masyarakat Tojo Una-Una terutama kepada generasi muda dan orang tua untuk menanamkan cinta terhadap bangsa dan daerahnya sendiri, itu sebagai bentuk pengapdian untuk memelihara, membela, melindungi tanah air terkusus kab. Tojo Una-Una dari segala ancaman dan gangguan faham – faham radikalisme”imbuhnya
“Kami juga melihat dari hasil audiens bersama kapolres touna, hanya menggambarkan tupoksi dan tanggung jawabnya sebagai pihak pengamanan dan penertiban, yang hanya tau lebih itu adalah densus 88,”ujar kapolres touna.
Padahal kami berharap ada semacam tindakan penyadaran secara langsung dengan bentuk agenda seremonial yang melibatkan semua stakeholder yang ada di kab. Tojo una una.
“Pihak PMII kan terus membantu kepolisan untuk mengampanyekan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh degan faham – faham radikal, dan tidak mudah terprovokasi dengan gerakan – gerakan radikal, kita islam indonesia yang menjunjung tinggi toleransi dan mengharamkan tindakan yang menggunakan kekerasan, dan islam hadir menciptakan perdamaian dan rahmat bagai seluruh umat”ujar Wahyu ketua cabang PMII Touna
Laporan: Sukri











