Topikterkini.com-Jeneponto: Pencanangan Perdana Indeks Pertanaman (IP) 300 atau penanaman 3 kali setahun (Padi-Padi-Jagung) yang di Gelar Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo di Desa Kayuloe Timur Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Minggu 15/5/2022 terancam gagal.
Bahkan, secara umum petani di Jeneponto yang mengandalkan air yang bersumber dari Bendungan Kelara Karalloe akan mengalami gagal tanam.
Soalnya, dari hasil pantauan pemerintah Kabupaten Jeneponto, Jaringan Induk Kelara Karalloe ruas dua terputus karena mengalami kebocoran, akibat hujan yang mengguyur beberapa pekan sebelumnya.
Menurut keterangan yang diperoleh pihak Pemkab Jeneponto dilapangan, perbaikan jaringan induk tersebut sulit dilakukan secara darurat, apalagi langsung oleh petani, karena kerusakannya tergolong cukup parah.
Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir langsung mengadakan rapat koordinasi diruang kerjanya (24/5/2022) bersama Satker TPOP Provinsi Sulawesi Selatan, PPK OP Irigasi Balai Pompengan Wilayah Sungai Jeneberang, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas PU, Kepala Bappeda, TNI, Polri, beberapa Camat, Kepala Desa, Lurah, GP3A dan beberapa tokoh/pemerhati Irigasi di Jeneponto.
“Sebagian besar areal sawah di Jeneponto kini dalam kondisi siap tanam. Persiapannya terganggu setelah Jaringan Induk Kelara Kareloe terputus. Ancaman gagal tanam kian jelas, jika kerusakan Jaringan Irigasi itu tidak segera diperbaiki,” kata Wakil Bupati.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto sedang mengupayakan penanggulangan untuk perbaikan Jaringan Induk Kelara Karalloe ruas dua yang rusak tersebut.
“Pasalnya, jaringan tersebut menjadi andalan dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Laporan: Andi. Baso Pangerang WMG











