OPINI

Fisokrat Dalam Permasalahan Petani Beras Impor di Indonesia

121
×

Fisokrat Dalam Permasalahan Petani Beras Impor di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Fisokrat Dalam Permasalahan Petani Beras Impor di Indonesia
Andi Muhammad Fathur Rojih (Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Fisokrat Dalam Permasalahan Petani Beras Impor di Indonesia

Oleh: Andi Muhammad Fathur Rojih
Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

 

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Indonesia juga termasuk negara agraris, dimana pertanian merupakan sektor yang memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian Indonesia , Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang yang menghadapi persoalan di bidang pertanian, khususnya persoalan pangan.

Indonesia cenderung memilih mengimpor beras padahal di Indonesia sendiri sebenarnya bisa memproduksi beras karena adanya lahan yang luas dan bisa dikelolah. Namun, di Indonesia banyak sumber daya manusia yang masih kurang dalam memproduksi beras dengan kuantitas dan kualitas yang minim. Hal itu disebabkan karena kurangnya penggunaan teknologi modern yang memudahkan dalam melakukan produksi beras.

Kemudian, beberapa oknum tertentu ternyata mensosialisasikan bahwa mengimpor beras lebih mudah dibandingkan memperbaiki kualitas pangan yang ada di Indonesia. Di Indonesia juga ternyata masih banyak lahan yang terbilang cukup luas tetapi tidak dikelolah dengan baik untuk dijadikan sawah. Padahal jika para penduduk setempat mengelolah lahan tersebut dapat menjadi salah satu sumber mata pencaharian sebagai petani dan dapat memproduksi beras yang akan mengurangi terjadinya impor beras.

Penganut aliran physiocrats mempercayai bahwa sumber daya alam merupakan sumber kekayaan.Kaum physiocrats percaya bahwa Tuhan menciptakan alam dengan penuh keharmonisan. Sama halnya dengan perekonomian yang mirip dengan alam penuh keharmonisan.

Dalam buku Quesney mengenai ekonomi dibagi kedalam 3 sektor, yaitu:

  1. Sektor pertanian yang menghasilkan makanan, bahan mentah, dan hasil-hasil pertanian lainnya.
  2. Sektor manufaktur yang memproduksi barang-barang seperti pakaian, alat-alat bangunan, dan lainnya.
  3. Kelas pemilik tanah yang tidak menghasilkan nilai ekonomi apa-apa tetapi mereka memiliki klaim atas surplus output yang dihasilkan dalam pertanian.

Daftar pustaka

http://journal.umsu.ac.id/index.php/snk/article/viewFile/3613/3331

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5512413/sederet-masalah-yang-bikin-ri-ketagihan-impor-beras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *