oleh

Viral Video Oknum Kepsek di Bangkep Minta Ganti Rugi Tanah ke Pemerintah Jika Diganti

Topikterkini.com.|BANGGAI KEPULAUAN, – Beredar video viral berdurasi 2 menit 50 detik memperlihatkan salah seorang guru yang menyebut jikalau dirinya diganti kepala sekolah, maka tanah miliknya yang ada di dalam lingkungan sekolah yang telah disumbangkan untuk dibangun sekolah, akan ditarik kembali atau akan menuntut ganti rugi. Tak tanggung -tanggung, bahkan dirinya mengancam jika dirinya didepak dari jabatan Kepala sekolah akan bermasalah. Ternyata, pelakunya adalah oknum Kepala SMA Negeri 1 Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan.

 

“Saya punya surat pegangan. Selama SMA di Bangkep, selama itu pak Wayan (alias dirinya) tidak diganti sampai pensiun, jadi saya sumbangkan sape tanah. Jadi yang saya tuntut itu, kalau tidak, ganti saja ! Bayar sape tanah, selesai. Saya ambil muka 35 dibelakang 29, saya tarik lurus. Bagaimana bangunan yang ada ? Pake saja cuman didalam saya pagar, saya tanam akan kelapa dengan pisang. Tidak boleh rehab, tidak boleh di bangun baru bangunan, kalau mo bangun bagian atas saja tidak boleh dibagian bawah,“ jelas isi percakapan video oknum Kepsek SMA Negeri 1 Buko (IS) bersama salah seorang guru di sekolah tersebut.

 

“Saya kalau tidak diatur baik saya akan ganggu, kan tidak ada surat ibahnya ke sekolah,“ masih kata Kepsek dalam isi percakapan video.

 

 

Belakangan diketahui oknum kepsek tersebut sudah menjabat sejak tahun 2005 – 2022 (sekarang) dalam satu sekolah.

 

Awal karirnya bermula saat ia menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 2 Buko (sekarang Buko Selatan) Kabupaten Banggai Kepulauan kurun waktu 2002-2004 dan setelah berdiri SMA Negeri 1 Buko pada 2005, dirinya dilantik sebagai Kepala SMA Negeri 1 Buko sampai 2011, kemudian di mutasi ke Kepala SMP N 1 Buko selama 6 bulan, yang selanjutnya dikembalikan lagi menjadi Kepala SMA Negeri 1 Buko sampai sekarang.

 

Pernyataan yang dikeluarkan oleh oknum Kepala SMA 1 Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan tentunya sangat mencederai dunia pendidikan terutama pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam hal ini Gubernur Rusdy Mastura selaku Kepala Daerah.

 

Sebelumnya, Asrul yang pernah diwawancari awak media 14 Maret 2021 lalu, yang saat itu masih menjabat Kabid GTK Dikbud Provinsi Sulteng menyebut, bahwa tidak ada kaitannya berdasarkan informasi yang mengatakan karena tanah yang bersangkutan di hibahkan untuk bangunan sekolah, maka yang bersangkutan tidak tergantikan menjadi kepala sekolah di SMA Negeri 1 Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan.

 

Karena pada prinsipnya, lanjut Asrul, segala sesuatu yang telah dihibahkan untuk kepentingan sekolah, apabila sekolah tersebut berstatus negeri, maka apa yang telah dihibahkan itu menjadi milik pemerintah. Bahkan kata dia, Dinas Pendidikan tidak pernah mengistimewakan seorang kepala sekolah satu dan kepala sekolah lainnya. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.