Topikterkini.com-Jakarta | Selama dua tahun, Uni Eropa telah memberikan bantuan senilai 2,5 juta euro (42 Milyar) melalui proyek ACTION yang dilaksanakan oleh 6 LSM di Indonesia: Hivos, CISDI, PUPUK, Kapal Perempuan, Pamflet dan SAPDA.
Ini bagian dari paket ‘Team Europe’ dengan total anggaran €200 juta (Rp 3,5 triliun) untuk membantu Indonesia menangani pandemi COVID-19 dan dampak ekonomi sosial yang muncul, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.
Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem kesehatan dan menanggulangi COVID-19 di Kabupaten Bogor, Kota Jakarta Timur, Kabupaten Lombok Timur, Kota Makassar, dan Kota Yogyakarta.
Proyek ini juga memberikan dukungan bagi kelompok rentan (termasuk minoritas seksual dan gender dan penyandang disabilitas) yang merasakan dampak sosial ekonomi pandemi.
Pada penutupan proyek 12 Juli 2022, Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, secara khusus memberikan apresiasi terhadap inisiatif Halo KAPAL Perempuan (081280885525) sebagai layanan daring/online pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan; dan Rumah Cakap Bermartabat (081392669448) sebagai layanan daring/online pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan, penyandang disabilitas, dan para ibu dengan anak penyandang disabilitas.
Bagi Uni Eropa bantuan ini merupakan bukti nyata ‘people to people’ solidarity. Bapak Vincent Piket, Dubes EU untuk Indonesia dan Brunei Darussalam menyatakan “Proyek ACTION memperkuat sistem kesehatan dan membatasi penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta, Bogor, Lombok Timur, Makassar, dan Yogyakarta. Proyek ini telah meningkatkan mata pencaharian sekitar 15.000 masyarakat miskin perdesaan dan perkotaan melalui pertanian perkotaan yang berkelanjutan, pembinaan dan pengembangan usaha kecil dan menengah, dan pelatihan kejuruan untuk kaum muda,” tambahnya.
Hivos selaku koordinator pelaksana kegiatan ini mencatat capaian penting:
327 anggota Satgas COVID-19 menerima pelatihan penanganan kasus COVID-19 di wilayahnya, termasuk membangun koordinasi lintas sektor;
187 organisasi berbasis komunitas (CBO) dan usaha kecil dan menengah (UKM) menerima pelatihan untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) khusus COVID-19 untuk mengatasi kelangkaan APD di awal pandemi:
Pendistribusian 3.341 kotak masker bedah, 4.425 pelindung wajah (face shield), 2.010 kotak sarung tangan, 2.695 gaun medis, 2.930 pembersih tangan antiseptik (hand sanitizer) untuk masyarakat rentan di 40 kelurahan/desa;
Membangun 293 tempat cuci tangan yang ramah anak dan penyandang disabilitas di 40 kelurahan/desa;
Melatih 262 relawan untuk membantu memberikan layanan bagi korban kekerasan. Mereka telah menerima lebih dari 111 kasus selama kurun waktu April 2021 – Juni 2022;
Pendistribusian 10.000 paket bantuan pangan kepada kelompok rentan (termasuk penyandang disabilitas dan lansia) dan 63 pelaku usaha pangan dan toko kelontong terhubung untuk menyediakan paket bantuan pangan bagi kelompok rentan;
Pendistribusian 222 paket bantuan khusus yang terdiri dari vitamin, susu, dan kudapan untuk anak penyandang disabilitas;
Menyediakan pelatihan kejuruan kepada 150 orang, 80 orang diantaranya mengikuti program magang di 27 perusahaan (industri otomotif, industri kuliner, perhotelan, salon, konveksi/penjahit, dll);
188 UKM menerima pelatihan dan bantuan teknis untuk mengembangkan bisnis mereka dan mendapatkan akses ke pasar dan keuangan, serta penyediaan bahan dan alat produksi;
72 pemuda anggota CBO menerima pelatihan untuk meningkatkan keterampilan advokasi dan menyiapkan laporan terkait pemberian bantuan keuangan dari pemerintah untuk kelompok rentan selama pandemi COVID-19;
351 petani dan produsen pangan mikro menerima pelatihan pertanian berkelanjutan dan akses pasar;
2.002 orang menerima pelatihan pertanian perkotaan (urban farming) sebagai tanggapan terhadap kerawanan pangan dan dukungan mata pencaharian
Melalui berbagai materi publikasi (modul, video, media sosial, TV, dll), proyek ini telah menjangkau sekitar 1,3 juta orang di seluruh Indonesia.
Kelompok rentan seperti kelompok disabilitas, minoritas gender dan seksual, orangtua dan perempuan korban kekerasan kerap tidak terlihat dalam program-program bantuan, oleh karena itu, meski proyek ini secara resmi ditutup kemarin, ‘program untuk kelompok rentan harus terus jadi prioritas dan berkelanjuta’. Begitu Michel Farkas, direktur Hivos menandaskan.
contact person:
Tunggal Pawestri – Perwakilan Hivos Asia Tenggara
08174962666
Laporan: Andi. Agung Iskandar











