oleh

KKN Mahasiswa UGR, Kembangkan Usaha Poteng Ubi Desa Kembang Daya Jadi Incaran

Topikterkini.com.Lombok Timur NTB— Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Dusun Membangun angkatan XXIII Universitas Gunung Rinjani tahun Akademik 2022-2023 kehadirannya dinilai sangat menguntungkan bagi pelaku Usha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Kedatuk Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aik Mel Kabupaten Lombok Timur NTB.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Drs. Karyadi MM ketika ditemui saat Monitoring dan evaluasi (Monev) di Posko KKN Dusun Kedatuk Desa Kembang Kerang Daya menjelaskan KKN tematik dengan tema “Dusun Membangun” lebih di-fokuskan di Dusun tetapi bukan berarti hanya di Dusun itu saja melainkan banyak Dusun dan Desa tetapi harus di-fokuskan di satu Dusun terlebih dahulu, ketika Dusun tersebut sudah dianggap maju, maka Mahasiswa KKN berikutnya akan di tempatkan di Dusun lain yang belum maju.

“Jadi Mahasiswa diberdayakan bersama-sama dengan masyarakat dusun untuk melihat potensi yang ada di dusun tersebut untuk dikembangkan,” tegasnya pada Jumat, 12/8.

Lanjut Karyadi melihat potensi yang ada khusunya di Dusun Kedatuk Desa Kembang Kerang Daya ini memiliki banyak ikon dan potensi yang bisa dikembangkan seperti gula gending, kain tenun dan pembuatan poteng, dirinya sebagai DPL bersama Mahasiswa lebih tertarik mengembangkan poteng karena poteng memiliki nilai kearifan lokal dan di-samping itu juga poteng memiliki peluang bisnis yang bagus untuk mengangkat ekonomi masyarakat ke depannya dan memiliki potensi untuk di kembangkan, kemudian ketersedian bahan baku pembuatan poteng sangat melimpah sehingga muncul ide untuk berkolaborasi atau bekerjasama dengan masyarakat sebagai pelaku UMKM, produksinya dari masyarakat, Mahasiswa hanya mempersiapkan pengemasan dan pemasarannya.

“UMKM menyiapkan produknya, adik-adik Mahasiswa menyiapkan packingnya dan pemasarannya,” jelas Karyadi.

Dikatakan Karyadi Dosen yang mengajar di Fakultas Ekonomi ini, yang punya Produk masyarakat atau UMKM namun permasalahannya satu mereka punya produk tetapi belum bisa di-kembangkan dan belum bisa dipasarkan, sekarang setelah adanya KKN ini dalam satu hari bisa terjual puluhan kotak poteng, karena yang menarik dari olahan poteng tersebut adalah cara pengemasannya menggunakan besek bambu atau wadah anyaman bambu dan pemasarannya Mahasiswa memanfaatkan teknologi yang ada seperti Media Sosial Facebook, Instagram, WhatsApp Group dan lainnya, itulah salah satu tujuan KKN untuk membantu masyarakat dalam memasarkan hasil produksinya dan sekarang Alhmdulillah sudah banyak yang order poteng dan penjualan semakin meningkat.

“Sekarang orderan poteng sudah bisa COD-an, saya kaget, ini sesuatu yg luar biasa,” tuturnya sambil geleng-geleng kepala.

Dikatakannya Mahasiswa KKN dalam hal pemasaran atau marketing bisa dikatakan tercapai karena apa yang menjadi persoalan ditengah masyarakat bisa diselesaikan dengan baik dari pemasaran poteng sangat meningkat, sebagai Dosen mereka sangat senang Mahasiswa bisa membantu masyarakat, sebelumnya pelaku UMKM khususnya pengusaha poteng dalam pemasarannya cukup sederhana dibungkus menggunakan daun pisang dan hasil penjualannya masih dibilang sangat minim, setelah poteng dikemas menarik dengan menggunakan wadah dari anyaman bambu lalu diberikan label atau merk oleh Mahasiswa KKN, hasil penjualannya meningkat.

“Begitu launching penjualan poteng, respon masyarakat sangat positif,” ujarnya.

Kemudian salah satu Mahasiswi dari Fakultas Ekonomi yang mengikuti KKN Nita Sari menjelaskan dirinya sangat yakin olahan poteng yang sudah dikemas rapi dan dibungkus menggunakan besek bambu teknik marketing seperti ini akan menarik minat pembeli, pemasaran poteng tersebut memliki banyak orderan, rata-rata poteng per-harinya laku sampai 30 besek, satu besek dihargakan Rp.15 Ribu, belum penjualan dari teman Mahasiswa yang lain, konsumen dari banyak yang berasal dari kota Selong dan sekitarnya, pembeli banyak yang order melalui Media Sosial (Medsos) dan Cash On Delivery (COD) atau pembayaran Cash setelah barang diterima.

“Alhamdulillah potengnya banyak yang laku pak,” ucapnya singkat.

Selanjutnya Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Kedatuk Desa Kembang Kerang Daya Sofian Sauri mengatakan dirinya menyambut baik kehadiran Mahasiswa KKN UGR Lombok Timur, kami bersyukur adanya KKN ini karena kami merasa terbantu muncul ide-ide dan gagasan luar biasa, dalam pemasaran hasil produksi dari UMKM masyarakat kami semakin meningkat dan sangat menguntungkan khususnya masyarakat yang ada di Dusun Kedatuk. Setelah KKN ini nanti, dirinya sebagai Kepala Wilayah mewakili masyarakat tetap berkonsultasi kepada Mahasiswa terkait bagaimana cara pemasarannya dan mempelajari ilmu ekonomi dari Mahasiswa KKN, karena cara marketing seperti inilah yang bisa meningkatkan hasil produksi UMKM dan mengangkat perekonomian masyarakat.

“Alhamdulillah adanya KKN ini, sangat bermanfaat bagi kami khususnya Dusun Kedatuk,” tegas Sofian dengan nada polos.

Ada kesepakatan dari DPL bersama Kawil termasuk Mahasiswa dan UMKM terkait dibuka tiga varian harga mulai satu kemasan dihargakan Rp.5 Ribu, Rp.10 Ribu dan kemasan Rp.15 Ribu, alasannya karena harga tersebut akan lebih terjangkau oleh masyarakat sehingga hasil penjualannya lebih banyak, perlu diketahui bahwa Mahasiswa yang tengah melakukan tugas KKN di Dusun Kedatuk Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aik Mel terdiri dari tiga Fakultas yakni Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi, Mahasiswa akan menempuh sebanyak 4 Satuan Kredit Semester (SKS), KKN tersebut berlangsung selama dua bulan terhitung mulai 1 Juli hingga penarikan dilakukan pihak Kampus pada akhir bulan Agustus 2022.

 

Liputan: Burhanuddin Febrians

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.