Topikterkini.com, Kabupaten Tangerang, – Pekerjaan proyek pembangunan jalan cor beton di RT 07, RT 08, RT 01 dan RT 02 RW 06 Perumahan Permata Sepatan Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten mulai disoroti awak media.
Warga perumahan permata sepatan senang dan bangga sekali adanya kegiatan pembangunan yang ada di wilayah kami ini, semakin bagus
Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berjalan selama dua hari ini tanpa papan informasi proyek oleh pihak kontraktor sebagai pelaksana lapangan. saat tim Media mencoba konfirmasi WhatsApp terkait Papan informasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang sampai saat ini belum ada, entah dari mana biaya anggaran untuk proyek tersebut dan berapa nilai dana yang di kucurkan buat pekerjaan ini, saat tim media mencoba konfirmasi melalui WhatsApp ke salah satu pemborong dengan inisial J tidak dijawab sama sekali”, menduga pekerjaan tersebut dinilai proyek ‘siluman’ dan diduga adanya dugaan Korupsi.
Dengan melihat ketebalan pekerjaan cor beton tersebut secara kasat mata saja sudah kelihatan sangat berkurang jauh sekali ketebalannya. Hampir semua ketebalan terkesan sengaja di kurangi agar mengeruk keuntungan yang besar”, diketahui pekerjaan dilaksanakan tidak ada pengawasan dari pemerintah setempat.
Hal itu kemudian mendapat sorotan dari LSM DPD FBI (Forum Bhayangkara Indonesia), Widya , melalui mengatakan nya ke tim media, saat awak media meminta penjelasan terkait proyek yang ada di Perumahan Permata Sepatan tersebut, Widya mengatakan seharusnya sebelum proyek di kerjakan harus memasang Papan informasi agar masyarakat bisa melihat berapa nilai anggaran yang di keluarkan Negara”, melalui uang pajak rakyat yang selama ini Tahun 2021,”ucap Widya.
Hal senada diungkapkan salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku itu benar tidak ada papan informasi.
“Saya tidak melihat adanya papan plang proyek bertuliskan berapa anggarannya dan sumber dananya pun tidak tau dari mana,” ucapnya singkat.
Proyek peningkatan jalan cor beton yang dikerjakan ketinggian papan gisting 15 cm saat di cek ternyata ketebalan cor berton di RT 08 RW 06 Blok c9/6 Perum Permata Sepatan ketebalannya 7,8 cm, 5,9 cm, 9,6 cm, 9,5 cm, bervariasi dan tidak papa gisting yang ada seharusnya 15 cm, saat awak media mencoba konfirmasi ke Kades Pisangan Jaya melalui WhatsApp Kades menjawab terima kasih informasinya adalah pekerjaan adanya di lingkungan tempat tinggal Kades tidak jauh dari rumahnya.
Sementara LSM FBI DPD Banten, Widya bersama Tim Media akan mendatangi H. Muhammad Zaki Iskandar Bupati Kabupaten Tangerang ingin konfirmasi langsung agar lebih jelas pekerjaan yang ada di permata dari Dinas apa dan nama CV, Anggara nya dari mana, Widya akan menjelaskan pekerjaan proyek yang diduga menelan dana ratusan juta rupiah tersebut terkesan misterius, karena dikerjakan tanpa terpasang papan plang proyek saat melaksanakan kegiatan.
“Proyek cor beton baru satu hari selesai sudah pada belah (Retak retak) yang dikerjakan tanpa memasang papan informasi, itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitor besar anggaran dan sumber anggaran, sedangkan aturannya sudah jelas setiap pekerjaan, apalagi memakai uang rakyat harus jelas dan transparan, itu ada sanksinya,” tegas Widya LSM FBI ini.
Dia juga sangat menyayangkan dan meminta pihak terkait untuk segera turun ke lapangan memonitoring menegur, bahkan memberi sanksi tegas kepada kontraktor yang nakal agar papan informasi proyek saat dimulai pekerjaan harus dipasang.
Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
“Pemasangan papan informasi proyek merupakan implementasi asas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan, jika ini saja dilanggar bagaimana hasil pekerjaannya nanti,” tegas Kepala Biro Provinsi Banten dari salah media on line Nasional.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun pihak terkait lainnya, tidak bisa dikonfirmasi terkait permasalahan yang terjadi.
Pungkasnya. ( Tim )







