NTB

Festival Gerabah Masbagik Timur Menjadi Antensi Gubenur dan Bupati Lotim

133
×

Festival Gerabah Masbagik Timur Menjadi Antensi Gubenur dan Bupati Lotim

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Lombok Timur –Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur bersama beberapa Kepala Dinas menghadiri Festival Gerabah yang diadakan Karang Taruna Masbagik Timur.

Festival Gerabah dulu pengrajin gerabah di Masbagik Timur sekitar
2400,setelah bom bali tersisa sekitar 1400, dengan festival ini diharapkan kembali gerabah menjadi unggulan desa Masbagik Timur.

Festival ini diharapkan akan menjadi bagian dari kalender event tiap tahun.

Festival ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Masbagik Timur. Festival ini diawali dengan jalan sehat yang diikuti sekitar 800 warga Masbagik Timur.

Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmi menjelaskan,saat ini di Lombok Timur hampir di semua Desa mengadakan festival menjadi ciri khas masing-masing desa, Ucap, Bupati Lotim H.Sukiman Azmi, Minggu,28/08/2022.

Selain itu ia juga menjelaskan, tidak ada satupun masyarakat Lombok Timur yang terkena omicron, sehingga semua boleh mengadakan aktivitas festival. Pemda Lombok Timur telah berikhtiar mengajak para pengrajin mengadakan pameran, termasuk pengrajin gerabah.

“Ikhtiar pemda juga melalui dinas kominfo, sekitar 370 UMKM diberikan internet gratis untuk memasarkan produknya, melalui program BAKTI bersama kementerian Kominfo,” Kata, H. Sukiman.

Diwaktu yang sama Gubernur NTB Zulkifli Firmansyah menyatakan, bahwa bupati Lombok Timur adalah salah satu bupati terbaik di NTB, Ujarnya.

” Bupati Lotim selalu memberikan motivasi kepada masyakarat. Dinyatakan juga bahwa jangan sampai festival sukses tetapi omzetnya tidak meningkat,” Katanya.

” Sudah diperintahkan kepada kadis perdagangan, minimal ada kegiatan yang kongkret minimal mecarikan akses pasar yang baru. Dinas perdagangan perlu memberikan jawaban gerabah Masbagik pasarnya di mana, permintaannya seperti apa. Dinas perdagangan harus lebih lincah berinovasi mencari pasar yang baru,” Jelasnya.

“Kita harus bisa mendefinisikan gerabah kita untuk apa, apa dipakai ibu2 di dapur, atau dipakai cendramata atau hiasan ruangan. Salah cara mendefinisikan maka akan salah sasaran pasarnya,”Tutupnya.

 

Liputan: RiL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *