NTB

SDN 1 SUKAMULIA SUKSES JADI SEKOLAH PENGGERAK

399
×

SDN 1 SUKAMULIA SUKSES JADI SEKOLAH PENGGERAK

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com Lombok NTB—Program Sekolah Penggerak (PSP) selangkah lebih maju yang di-gagas oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang sudah diterapkan di setiap daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur mengapresiasi kinerja kepala sekolah dan guru SDN 1 Sukamulia Kecamatan Sukamulia sukses sebagai sekolah penggerak selangkah lebih maju di Kabupaten Lombok Timur NTB Sabtu 10/09.

Kepala Sekolah SDN 1 Sukamulia Atsarwati M.Pd saat ditemui di ruangannya menjelaskan, sejak tahun 2021, SDN 1 Sukamulia Kecamatan Sukamulia sudah menjadi sekolah penggerak mewakili Kabupaten Lombok Timur bahkan mewakili NTB, dengan keberadaan sebagai sekolah penggerak dirinya berkomitmen membawa sekolah menjadi lebih baik, karena melihat peserta didik yang banyak tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan jumlah mencapai 316 siswa, rombel 12, guru kelas 12, guru mata pelajaran 6 orang, 1 oprator sekolah dan penjaga sekolah.

“Kami berkomitmen membawa sekolah ini ke-arah yang lebih baik dan maju kedepannya,” ujarnya.

Dikatakannya sebagai sekolah penggerak selangkah lebih maju dari sekolah lainnya itu dilihat dari interakulikuler kalau sekolah biasa tema atau pelajaran yang dilakukan sesuai yang ada dikurikulum itu sendiri, bedanya dengan sekolah penggerak punya kurikulum namanya Profil Pelajar Pancasila (P3) baru dilanjutkan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) artinya kegiatan kulikuler berbasis projek, P5 ini dirancang untuk penguatan kompetensi dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila (P3) kelebihan sekolah penggerak setiap kelas punya projek.

“Setiap kelas itu punya projek masing-masing yang disesuaikan dengan kearifan lokal suatu daerah,” Katanya.

Lebih lanjut dijelaskan projek kelas yang dimaksud adalah penyesuaian dengan kearifan lokal yang ada di daerah, misalnya di kelas 4 ada pelajaran pembusukan makanan seperti pembuatan telur asin, dari teori sampai cara pengolahan hingga pemasaran itu dipelajari dan diperaktikan oleh siswa, sementara kelas 5 pembuatan tape, setiap 6 bulan sekali pihak sekolah mengadakan gelar karya dengan memamerkan hasil karya Siswa-siswi layaknya pertunjukan besar, dengan mengundang wali murid, berbagai instasi terkait ikut meghadiri dan menyaksikan gelar karya.

“Kami pamerkan bukti hasil kerja kami ke wali murid dan ke atasan, kami perlihatkan bahwa kami telah menjalankan program itu,” Jelasnya.

Selanjutnya guru kelas yang membantu mendampingi ekskul seni tongkeq Nurul Ainun mengungkapkan kebanggannya bisa menjadi bagian dari pendidik di SDN 1 Sukamulia, sekolah kami memiliki banyak intrakulikuler diantaranya membuat telur asin atau tata boga, seni ukir dengan menggunakan bahan sabun dan ekskulnya seperti pencak silat, Pramuka, PBB, juga ada seni tongkeq, latihan dilakukan diluar jam pelajaran oleh siswa didampingi oleh guru yang ditugaskan, setiap ada acara besar di Kecamatan dan Kabupaten kami tetap ikut menampilkan seni tongkeq bahkan perah di-hadirkan di acara Latsitarda Nusantara di Selong beberapa waktu lalu.

“Pernah seni tongkeq siswa kami disewa oleh salah satu SD di kecamatan Lenek,” ungkapnya polos.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur Izzudin yang dihubungi topikterkini.com melalui telepon selularnya mengatakan dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang menjadi program sekolah penggerak yang ada di kabupaten Lombok Timur.

“Memang luar biasa kemajuan sekolahnya cukup responsif dan progresif,” Bebernya.

Ia menyampaikan harapannya agar pihak sekolah terus meningkatkan hubungan baiknya dengan wali murid, komite dan masyarakat sekitar, dirinya mengaku sering melintasi sekolah tersebut melihat kemajuannya sekolah yang luar biasa sukses jadi sekolah penggerak.

“SDN 1 Sukamulia itu sukses jadi sekolah penggerak,” ucapnya mentutup pembicraan.

Liputan: Burhanudin Febrians.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *