TAKALAR, TOPIKterkini.com — Dua hari masyarakat Kabupaten Takalar dihebohkan dengan aksi demonstrasi perihal hasil tes tambahan (tertulis) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) jilid 2 di Kabupaten Takalar, Minggu (13/11/2022).
Demo ini terkait kegaduhan tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak Takalar tahun 2022 Yang menggugurkan beberapa calon lewat tes tertulis.
Sekadar informasi bahwa sejak 12-13 November 2022, wilayah Galesong Raya (Galesong-Galsel-Galut) bergejolak perihal pengumumam hasil tes tertulis Pilkades Takalar. Beberapa desa di wilayah Galesong bergejolak pasca pengumuman hasil seleksi tambahan bagi desa yang memiliki lebih dari lima pendaftar.

Masyarakat menganggap adanya manipulasi hasil tes dengan gugurnya beberapa petahana dan calon yang dinilai kuat.
“Kami sangat menyangkan hasil tes ini. Tidak transparan, cenderung dipaksakan dan nampak ada permainan didalamnya. Kami menginginkan agar hasil tes dibuka ke publik,” ujar Salah satu orator saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Camat Galesong.
Warga mendesak panitia P2KD agar menghentikan semua tahapan dan segera membentuk time pencari fakta atas peristiwa ini.
“Atas nama warga Takalar, kami berharap agar Mendagri membentuk Tim Pencari Fakta tentang dugaan adanya rekayasa calon kades atau calon boneka dalam prosesi Pilkades di Kabupaten Takalar ini,” imbuh salah satu warga Desa Tarembang yang tak ingin disebutka namanya.
“Kegaduhan ini kan karena para calon yang merasa digugurkan karena adanya calon yang di luar nalar bisa lolos. Ada warga dari luar, ada calon berijasah S1 dikalahkan calon berijasah SMP, dan lain sebagainya. Ini yang harus diungkap,” tutupnya. (*)











