Korban Longsor di Parangloe Kabupaten Gowa Bertambah Menjadi Sembilan Orang

GOWA, TOPIKterkini.com — Tim evakuasi gabungan BPBD dan Kepolisian serta TNI yang terus melakukan pencarian terhadap korban tanah longsor di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, kembali membuahkan hasil, Jum’at (18/11/2022).

Sekitar pukul 10.00 Wita pagi kemarin, Kamis (17/11), Petugas kembali menemukan dua orang korban bencana longsor dalam kondisi meninggal.

Pertama, Tim evakuasi menemukan satu jenazah korban yang diketahui berjenis kelamin perempuan bernama Dg Ngasseng (60) yang ditemukan berada didalam rumahnya dengan kondisi tertimbun material longsor di Jalan Poros Malino Dusun Bontoloe, Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe Kab.Gowa.

Kedua, ditemukan jenazah korban longsor yang berada di kampung borong Sapiri, Dusun Bontoloe, Desa Lonjoboko, Kec Parangloe dalam mobil Avanza, bernama Jumeriah (30) dan jazadnya sudah di bawa ke Puskesmas Tinggimoncong.

“Benar, pagi tadi Kapolsek Parangloe bersama Bhabinkamtibmas serta tim evakuasi lainnya kembali menemukan 2 jenazah warga yang menjadi korban bencana alam tanah longsor dan dalam keadaan meninggal dunia,” kata kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhlyh melalui keterangan resminya.

Sementara itu, berdasarkan data Basarnas Sulsel mencatat korban longsor di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa sebanyak Sembilan orang.

Lima diantaranya ditemukan meninggal dunia, dua orang berhasil selamat dan dua lainnya masih dalam pencarian tim evakuasi.

Korban Meninggal:

1. Nurhaya 24 Tahun Warga Borong Sapiria
2. Nurani 47 Tahun warga Borong Sapiria
3. Sunaria 38 Tahun warga Kunyika
4. Daeng Ngasseng 60 Tahun Warga Lonjoboko
5. Jumria 37 Tahun Warga Lonjoboko

Korban Selamat :

1. Kahar 47 Tahun Warga Borong Sapiria
2. Sindy 17 Tahun Warga Borong Sapiria

Korban Dlm Pencarian:

1. Nur Syamsia 25 Tahun warga Borong Sapiria
2. Muh. Royan Seorang Bocah Berusia 6 Tahun warga Borong Sapiria.

Menanggapi peristiwa longsor di Kecamatan Parangloe, Bupati Gowa, Dr. Adnan Purichta Ichsan mengatakan turut berbela sungkawa atas korban tanah longsor.

Kata Adnan, alat berat telah dikirim untuk membantu tim evakuasi dan membersihkan sisa-sisa tanah di tiga titik longsor dan berharap penanganan di tiga titik longsor di Kecamatan Parangloe bisa cepat diselesaikan.

“Insya Allah penanganannya bisa lebih cepat, tetapi yang kami minta adalah penanganan jangka panjangnya karena ini jalanan terputus. Ada tiga titik longsor,” ujarnya kepada wartawan usai melaksanakan hari jadi gowa di Balla Lompoa.

“Kami berharap kolaborasi dengan provinsi juga dilakukan karena ini merupakan jalan provinsi, karena ini juga merupakan kewenangan provinsi tapi kita juga bergerak bersama-sama,” imbuh Bupati Gowa.

Diketahui, Peristiwa bencana tanah longsor akibat hujan deras di Kabupaten Gowa terjadi pada Rabu (16/11) lalu, sekitar pukul 18.00 Wita, membuat puluhan rumah rusak, serta beberapa kendaraan ikut tertimbun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *