NTB

Laskar Mandalika: Aksi Bakar Ban Depan Raja Hotel, Menuntut PT. Tiga Pilar Rekanan Raja Hutang Membayar Gaji Para Pekerja Buruh Pembangunan

554
×

Laskar Mandalika: Aksi Bakar Ban Depan Raja Hotel, Menuntut PT. Tiga Pilar Rekanan Raja Hutang Membayar Gaji Para Pekerja Buruh Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com LOMBOKTENGAH (NTB) :  Puluhan pekerja harian pembangunan raja Hotel Kuta Mandalika didampingi Laskar Mandalika mendatangi  pihak menegemen dan pemilik Hotel menuntut untuk segera melunasi hutang kepada pekerja, pada Sabtu 17/12/2022 di raja hotel, Kuta Mandalika Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

 

Puluhan pekerja yang mendatangi pihak manager dan pemilik hotel mengaku belum diberikan gaji atau upah atas pengerjaan  pembangunan raja hutang, ini bukan raja hotel karena sudah  beberapa tahun upah dan gaji kami belum terbayarkan oleh subcont yang merupakan rekan pt

tiga pilar tersebut dan yang merupakan Rekanan si raja hutang ini.

 

Kedatangan para pekerja diawali dengan melakukan orasi dan bakar ban didepan raja hotel, dalam orasi yang dilakukan oleh orator aksi menyampaikan bahwa pihak raja hotel tidak memiliki rasa kemanusian terhadap pekerja.

 

para pekerjaan dan subcont terhadap hotel dimulai sejak awal pembangunan sampai dengan berdiri megah menjulang kelangit namun hak hak pekerja belum dibayar dan dilunasi,

Para pekerja  pembangunan hotel ini, mengancam akan menempati hotel tersebut apabila hak hak mereka belum dibayarkan, dengan alasan mereka memiliki hak hak atas hotel tersebut karena belum dilunasi.

 

kemudian Perwakilan dari pihak hotel  datang menemui masa aksi, namun pihak hotel tidak dapat menghadirkan solusi, kemudian pihak pekerja langsung menerobos masuk menuju areal hotel, saat di dalam areal hotel pihak pekerja hotel ditemui oleh Camat Pujut dan sempat terjadi perdebatan alot bahkan hampir memancing emosi pihak pekerja, namun berhasil diredam oleh aparat kepolisian yang berjaga.

“Tidak sampai disitu puluhan pekerja hotel spontan meneriaki camat pujut, karna dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

 

Pihak pekerja tetap memilih bertahan di areal hotel, selang beberapa lama Wakapolres Lombok Tengah didampingi beberapa anggota datang menemui para pekerja, namun tetep juga tidak mendapatkan titik temu.

 

Selang beberapa lama kemudian Kapolres Lombok Tengah bersama  beberapa PJU Polres Lombok datang menemui para pekerja dan terjadi komunikasi kasi alot antara beberapa perwakilan pekerja namun tetep tidak menemui jalan buntu.

 

Kemudian Kapolres Lombok Tengah mengajak perwakilan pekerja untuk duduk bersama membicarakan solusi terkait permasalahan tersebut.

 

Perwakilan pekerja pun mengikuti arahan dan saran Kapolres Lombok Tengah untuk duduk bersama, sehingga disepakati untuk dibicarakan.

 

Menanggapi hal tersebut GM Raja Hotel  mengakui baru beberapa bulan menjabat sebagai GM pada raja hotel dan hal tersebut sudah dilakukan komunikasi sebelumnya di Polres Lombok Tengah namun masih belum ada titik temu.

 

Sementara itu ketua umum Laskar Mandalika Lalu Sukarno mengakui beberapa kali melakukan komunikasi dengan pihak raja hotel namun belum mendatangi titik temu, apa bila dalam pertemuan terakhir yang ditawarkan oleh Kapolres Lombok Tengah tidak ada titik temu maka akan menyegel Raja Hotel” katanya.

 

Ia berharap kepada pihak Raja Hotel untuk segera melunasi hak hak pekerja yang belum terbayakan sehingga tidak memunculkan permasalahan, apabila semua tanggungan pihak Raja Hotel di selesaikan maka Laskar Mandalika siap menjaga Kondusifitas di willayah Mandalika, tetapi jika tidak ada penyelesaian dan tidak mau membayar semua sangkutannya, kami dari Laskar Mandalika akan  adakan Aksi lebih besar dengan mengerahkan Aksi masa dan lebih banyak dari pada masa hari ini,”tutup ketum Laskar. Lalu Sukarno.

 

(Foel/TT-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *