Topikterkini.com MATARAM : Presiden Front Pemuda Taliwang, Muhammad Sahril Amin menyampaikan beberapa hal terkait permasalahan dana CSR dari Hak Hak Ummat dan Khususnya Hak Ummat Kab. Sumbawa Barat dari Tambang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang telah bergulir Tahun 2018-2022.
Muhamad Sahril dalam siaran pers nya mengatakan mengamati dan mencermati proses CSR dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara, satu hal yang sangat urgent dan emergency yang terlihat adalah ketika PT Amman Mineral Nusa Tenggara
dan pemerintah kabupaten Sumbawa Barat, serta provinsi NTB di tambah dengan pemerintah pusat yang selama ini tertutup melalui RDPU DPR RI saja,”terangnya.
Lebih lanjut, dikatakannya
PT Amman Mineral Nusa Tenggara tidak mampu menjelaskan tentang dana CSR yang bergulir sejak tahun 2018 sd tahun 2022, dan ini sangat naif, sangat tragis, karena di era keterbukaan informasi publik saat ini banyak hal yang di sembunyikan.
Oleh karena itu kami dari Front Pemuda Taliwang beserta kelompok – kelompok masyarakat yang selama ini memprotes keras terhadap CSR PT Amman Mineral Nusa Tenggara akan terus berjuang agar dibuka secara luas tentang CSR tersebut, dan kami meminta dan mendesak pemrov NTB untuk membuka blueprint dari CSR PT Amman Mineral Nusa Tenggara Tahun 2023.
Karena CSR itu sudah ada sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, itu bergulirnya tidak jelas dan parsial sekali malah PT Amman Mineral Nusa Tenggara tersebut tidak mampu menjelaskan secara detail di komisi pertambangan DPR RI dalam RDPU yang saat itu dilakukan, dan ini hampir 400an miliar dana yang tidak jelas juntrungannya, “pungkasnya.
Di kutip dari media Kompasindo.co.id.
(Foel/TT-01)











