NTB

Bupati Lotim Gandeng SAR Mataram Buka Pelatihan Penyelamatan Korban

20
×

Bupati Lotim Gandeng SAR Mataram Buka Pelatihan Penyelamatan Korban

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Lombok Timur NTB—Bupati Lombok Timur H.M Sukiman Azmy membuka pelatihan pertolongan korban kecelakaan di wilayah Perairan dengan mengandeng Basarnas Mataram di Kantor Buapti Lombok Timur Senin 22 Mei 2023.

Dalam sambutanya Sukiman menjelaskan bahwa pelatihan pertolongan kecelakaan di perairan dilaksanakan secara bertahap dan
berlanjut sehingga kemampuan terjaga dan siap. Sehingga keterampilan yang diajarkan akan menumbuhkan keberanian dalam melakukan pertolongan karena mengetahui tekniknya.

“Kemampuan penyelamtaan bencana mutlak dimiliki oleh orang-orang yang sudah bertugas di bidang penyelamatan” tegasnya.

Kabupaten Lombok Timur mempunyai banyak destinasi wisata air berupa, air terjun, sungai danau, dan pantai. Wisata tersebut terletak di bagian daerah Sembalum, Sambela, Pringgabaya, Labuhan Haji, Sakra Timur, Keruak, Jerowaru dan masih banyak wilayah lainya.

“Kita membutuhkan ilmu dan kemampuan dalam hal penyelamatan di perairan” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Hari Adi Purnomo Staf Direktorat Operasi Pencarian dan Pertolongan BASARNAS Mataram menyampaikan hal tersebut sebagai upaya untuk menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kriteria, serta kebijakan kepada potensi SAR dalam bersinergi melaksanakan operasi SAR, guna menciptakan pelayanan SAR yang cepat tanggap, efektif, dan efisien demi menyelamatkan nyawa manusia.

“Dalam hal penyelamatan harus mengutamakan SOP demi penyelamatan nyawa manusia” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Lombok Timur, Dandim 1615, Kalak BPBD Lombok Timur,Kepala KUPP Labuhan Lombok, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok Timur, Camat Labuhan Haji, Kepala Desa Labuhan Haji, dan Pos AL.

Dikatakannya hal yang dilakukan adalah teknis pertolongan di permukaan air, berlangsung selama enam hari, mulai dari tanggal 22 sampai 27 Mei 2023 dan diikuti oleh 50 orang peserta dari berbagai instansi terkait dan organisasi masyarakat.

“Yang paling utama bagaimana teknis dan pertolongan korban di permukaan air,” ucapnya.

 

Liputan: Burhanuddin Febrians

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *