Topikterkini.com.Lombok Timur–Mahsiswa yang menamakan diri aliansi mahasiswa peduli pendidikan unjuk rasa di depan kampus guna menyuarakan penolakan kenaikan spp,dan pengembalian uang daftar ulang mahasiswa yang mendapatkan beasiswa KIP-K pada pukul 15:10 wita, 09|06|23.
Aksi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli pendidikan yang aksi masanya berjumlah 30 menunjukan bentuk penolakannya terhadap kebijakan yang berlaku di kampus universitas gunung rinjani lombok timur, mereka menganggap bahwa kenaikan spp dan juga pemotongan uang KIP-K adalah hal yang akan memberatkan para mahasiswa, yang di anggap tidak sesuai dengan visi misi pembangunan kampus UGR yang memberikan kesempatan kepada yang tidak beruntung .
“Ini adalah tindakan yang bertolak belakang dengan visi misi berdirinya kampus UGR yang memberikan kesempatan dan Mempasilitasi kaum yang tidak mampu,”Ucap, Amrulloh.
“Dan kenaikan biaya spp 2023 ini akan mempersulit mahasiswa yang tidak mampu, maka dari keputusan itu di anggap akan sangat menghambat kesempatan anak² yang kurang mampu untuk mengakses pendidikan itu sangat bertolak belakang dengan visi misi adanya kampus UGR,”Jelasnya.
Ia menyebut, Kampus UGR ketinggalan zaman, banyak peralatan yang rusak. Prasarana penunjang belajar juga dan manajemen keuangan tak lupa di di suarakan yang dianggap sudah tak layak dan tidak memberikan kenyamanan dalam belajar.
“Kampus di anggap tidak kreatif dan tidak mampu memanajemen keuangan sehingga memberatkan mahasiswa melalui kenaikan spp dan juga pasilitas belajar di kampus di anggap tidak layak dan sangat ketinggalan zaman seperti kursi dan prasarana lainya,”Katanya.
“Sedangkan setiap tahun ajaran baru mahasiswa baru di kenakan biaya perpustakaan yang seharusnya perguruan tinggi mempasilitasi mahasiswa sehingga kegiatan mahasiswa di berikan suport untuk melakukan kegiatan lagi pula perpustakaan juga kayak begitu² saja,”
Tutupnya.
Liputan : Harianang











