Uncategorized

Dinas Kesehatan Agam, Gelar Pertemuan Advokasi Akselerasi Program Imunisasi Bagi Lintas Sektor

148
×

Dinas Kesehatan Agam, Gelar Pertemuan Advokasi Akselerasi Program Imunisasi Bagi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam Sumatera Barat, Senen_Selasa 26_27/06/2023 menggelar pertemuan advokasi akselerasi program imunisasi bagi lintas sektor di ruang pertemuan Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung Agam Sumatera Barat.

Kegiatan yang dibuka oleh Muhammad Iswon.DCN.MPH. sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Sumatera Barat, kegiayan ini diikuti oleh 85 orang peserta, yang terdiri utusan dari lintas sektor terkait.

pendidikan, KB, DPMN, Sosial,
RSUD Lubuk basung, MUI, Kemenag, Walinagari
PKK se kecamatan, KUA se kecamatan.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi evaluasi program imunisasi di Kabupaten Agam dan optimalisasi peran lintas sektor dalam program imunisasi dari narasumbernya dari Dinkes Kabupaten Agam.

 

Imunisasi merupakan salah satu upaya

untuk mencegah terjadinya penyakit menular dengan memberikan perlindungan kepada individu dan komunitas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

“Imunisasi adalah suatu upaya meningkatkan atau menimbulkan kekebalan secara aktif terhadap suatu penyakit tertentu sehingga bila terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau mengalami sakit ringan,” katanya.

Imunisasi bayi meliputi hepatitis B, BCG, polio tetes (OPV) DPT-Hib IPV, Bawah anak umur 2 tahun DPT-Hib, campak/MR, anak sekolah (bias) campak/MR.DT, Td dan WUS Td.

Beberapa manfaat imunisasi yaitu memberikan proteksi spesifik individu. “Setiap orang yang diimunisasi akan membentuk anti bodi dan akan membentuk kekebalan community protection yaitu orang yang diimunisasi dalam jumlah yang cukup.

Petugas menambahkan ada 4 (empat) strategis penguatan imunisasi. Pertama, peningkatan cakupan analisa pemantauan wilayah setempat (PWS) dan RTL. Kedua, peningkatan akses masyarakat dengan pendekatan PIS-PK (Program Indonesia Sehat-Pendekatan Keluarga).

Ketiga, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat yaitu pendekatan masyarakat, lintas sektor dan pembentukan form masyarakat peduli imunisasi. Keempat, peningkatan kualitas imunisasi, pengelolaan vaksin yang efektif, memastikan kualitas data dengan validitas data sasaran dan pelaksanaan monitoring berkala.

“Peran lintas sektor terutama lembaga atau organisasi masyarakat penting, untuk memotivasi kesadaran masyarakat untuk membawa anaknya ke tempat pelayanan imunisasi serta peran lembaga dan organisasi kemasyarakatan tersebut sangatlah penting.

Kita berharap bisa mendorong lembaga/organisasi agama (NU dan Muhammadiyah) untuk mendukung pelaksanaan imunisasi rutin dan dukungan pelaksanaan imunisasi pada sekolah berbasis agama,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Agam yang diwakili oleh Muhammad Iswon.DCN.MPH. sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Sumatera Barat

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang evaluasi dan pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Agam serta meningkatkan peran lintas sektor dalam program imunisasi di Kabupaten Agam.

“Imunisasi yang diwajibkan kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dari penyakit tertentu,” katanya. ( Syafrianto )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *