NTB

Pembangunan Bale Adat Bubus Batu Kelompok, Gubenur NTB Letakkan Batu Pertama!

111
×

Pembangunan Bale Adat Bubus Batu Kelompok, Gubenur NTB Letakkan Batu Pertama!

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com. Lombok Timur– Pertahankan budaya warga Dusun Montong Tangar, Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur bangun bale bubus batu kelopok yang di hadiri Gubenur NTB untuk peletakan batu pertama, 06|07|23.

Sebagai salah satu obat traditional suku sasak bubus merupakan warisan nenek moyang suku sasak yang patut di lestarikan bubus batu kelopok sendiri sama seperti bubus suku sasak pada umumnya yang diracik dengan rempah-rempah tradisional dan bahan rahasia lainnya yang khasiatnya dipercaya masyarakat setempat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit atas izin Allah SWT.

Ketua adat dusun Montong Tangar sohriani mengatakan, bubus batu kelopok dibangun guna agar memiliki wadah atau rumah yang tetap dan tak di langkahi oleh anak-anak ataupun yang lain karena dianggap tak sopan, ucap, Sohriani.

Ia menyebut, Konom katanya Bubus batu kelopok ini tidak boleh dilangkahi karena dianggap tidak sopan, oleh karenanya kami inisiatif membangunkannya rumah atau wadah agar memiliki tempat yang khusus dan tak sembarang orang bisa masuk.

Diwaktu yang sama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, menyampaikan apresiasinya terhadap para tokoh adat dan masyarakat karena telah menjaga dan melestarikan kearipan lokal.

Selain itu, Gubernur juga turut menyumbangkan seratus sak semen untuk pembangunan bale bubus batu kelopok.

salah satu pemerhati adat budaya sasak Lombok Timur, H. Lalu Satriadi menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTB yang sangat tak disangka-sangka berkesempatan hadir pada acara peletakan batu pertama bale adat tersebut.

“Tak disangka-sangka pak Gubernur NTB didampingi pak Kadis Sosial Lombok Timur dan jajarannya berkenan hadir di desa dusun kami yang bisa dikatakan dekat area hutan ini,”Ucapnya.

“Masyarakat setempat masih menggunakan manajemen hati, keyakinan yang begitu mendalam kepada bubus itu. Ini cocok untuk kita lestarikan dan pertahankan pak Gubernur, walaupun tidak ada andang-andang (bayaran baik itu berupa uang, bisa juga beras) karena tidak tidak mampunya masyarakat, berkat keyakinan yang begitu dalam alhamdulillah banyak jenis penyakit bisa teratasi,” Katanya.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat melaksanakan acara yang sudah dari lama dipersiapkan secara swadaya dimana pembangunan awal bale adat tersebut hanya bermodalkan 50 sak semen, satu dum batu, dan satu truk pasir. Tetapi dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah akan datang membantu kami menyelesaikan pembangunan ini,” Tutupnya.

 

Liputan: Nanang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *