KALIMANTAN SELATANUncategorized

BEBERAPA Tahanan yang berada di Dit Tahti Polda Kalsel Diduga Dipukuli Petugas Hingga Patah Kaki, Tahanan Menangis Ingin Pindah

121
×

BEBERAPA Tahanan yang berada di Dit Tahti Polda Kalsel Diduga Dipukuli Petugas Hingga Patah Kaki, Tahanan Menangis Ingin Pindah

Sebarkan artikel ini

TOPIKTERKINI.COM | KALIMANTAN SELATAN

BANJARMASIN – Polisi seharusnya menjadi pelindung dan pengayom untuk masyarakat.

Adanya dugaan aksi yang tidak manusiawi dialami ‘FA’ tersangka kasus narkotika yang kini berada di Direktorat Tahanan dan Titipan Polda Kalsel, Jalan Piere Tendean, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Diketahui bahwa, Saat ini ‘FA’ mengalami patah kaki diduga dipukuli oleh oknum Polisi yang berjaga di Dit Tanti Polda Kalsel.

Dari informasi yang diketahui dari jejakrekam.com, Bahwa adanya dugaan oknum polisi melakukan aksi tidak manusiawi tersebut beramai – ramai bersama penjaga lainnya.

Saat ini, Belum diketahui apa penyebab tahanan ini diperlakukan tidak manusiawi seperti itu.

Menurut narasumber, bahwa kejadian tidak manusiawi ini sendiri tersebut dilakukan pada hari, Minggu (11/02/2024).

Sampai saat ini diketahui bahwa korban baru hari ini melakukan operasi di Rumah Sakit Bhayangkara.

Diketahui sebelumnya bahwa, ada dugaan Korban yang merupakan tahanan titipan Ditresnarkoba Polda Kalsel itu ternyata bukan korban satu-satunya.

Masih ada korban lainnya yang juga mengalami patah tulang, Yakni tahanan titipan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel.

Sampai berita ini ditayangkan, Pewarta media ini berusaha konfirmasi kepada pihak terkait Direktur Tahti. Namun, belum ada jawaban.

Disisi lain, Arbain Kuasa Hukum korban mengatakan, pihaknya mendapat kabar kejadian yang dialami kliennya.

Setelah melakukan pengecekan ternyata benar kaki kliennya patah.

“Menurut pengakuan klien kami, Dia dipukul menggunakan pentungan berwarna hitam, dan klien kami hari ini dioperasi sekitar jam 14.00 wita di Rumah Sakit Bhayangkara,” Jelasnya Jum’at (23/2/2024).

Kejadian ini diketahui terjadi pada hari, Minggu (11/02/ 2024) dan Kemudian para korban ini diisolasi agar tahanan lain tidak mengetahui.

“Klien saya menangis minta agar dipindah dari Dit Tahti Polda Kalsel, Karena dia merasa ditekan dan tidak tahan dengan siksaan yang dialami,” tutupnya.

Penulis dan sumber : Jejakrekam.com
Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *