Topikterkini.com.Sulteng – Harapan kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako Dr. Lukman.,M.Hum pada pelaksanaan intervensi percepatan penurunan stunting di desa Simoro kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi Provinsi Sulteng untuk pemberian bahan pangan langsung di praktekan pembuatan produk pangan fungsional dan sekaligus memastikan bahan pemberian makanan tambahan dan inovasi produk pangan benar-benar diterima langsung oleh sasaran terwujud.
Terwujudnya harapan tersebut di dukung dengan keberadaan mahasiswa selama lebih kurang 30 hari di desa Simoro dan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan Dr. Abd. Rahman.,SKM..MPH.,M.Psi yang telah mengarahkan mahasiswa bimbingannya untuk melakukan kegiatan edukasi dan pemberian makanan tambahan.
Hal ini dimaksud agar langsung ke anak sasaran dari rumah ke rumah untuk memastikan PMT dan inovasi pangan berupa Bolu Kukus Labu siam peduli Stunting (Telasia Penting) di konsumsi.
Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat bersama mahasiswa KKN angkatan 108 di desa Simoro dilaksanakan Senin, 29 Juli 2024 yang di hadiri dan dibuka oleh Kades Simoro, Tahir Nasri. Dia berharap apa yang telah diterima oleh kader posyandu dan ibu yang memiliki anak untuk melanjutkan intervensi yang telah dipraktekkan dan pengetahuan gizi bagi ibu hamil dan anak badula dapat menjadi perhatian.
“Pendampingan PMT dan Telasia merupakan program pengabdian masyarakat yang didanai DIPA Universitas Tadulako, kami berharap kedepan dapat dibuat dan dilanjutkan dengan menggunakan dana desa,” Ujar Kades Tahir Nasri.
Sementara Ketua tim pengabdi untad Dr. Jamaludin Sakung.,S.Pd.,M.Kes memberikan apresiasi kepada bidan desa, tim pendamping keluarga, kader posyandu dan mahasiswa KKN angkatan 108 yang telah berkolaborasi membantu tim memaksimalkan dana DIPA universitas Tadulako dalam pengelolaan makanan tambahan dan inovasi produk pangan fungsional dari labu siam yang diberikan kepada anak baluta sebagai penanganan dan pencegahan stunting di desa simoro.
Selanjutnya dalam kegiatan evaluasi tim menyerahkan telur dan susu untuk digunakan melanjutkan intervensi yang diharapkan bidan dan kader dapat meneruskan sehingga anak risiko stunting bisa teratasi dan tidak akan muncul resiko berikutnya.
Berdasarkan laporan dari bidan Megawati yang berperan memandu pengolahan dan penyerahan makanan tambahan dan produk inovasi langsung kepada anak balita, dari 20 anak balita yang di intervensi sebagian besar berat badan dan tinggi badannya bertambah secara signifikan, bahkan anak yang mengalami pertambahan yang cukup besar dari berat badan 9 kg menjadi 13 kg atau bertambah 44%. Juga terjadi pertambahan berat badan sekaligus berubah status dari dari 2 anak balita berisiko, satu diantaranya menjadi tidak berisiko.
Kegiatan evaluasi diakhiri dengan kegiatan konsumsi makanan tambahan bersama terhadap 22 anak yang secara rutin diintervensi tim pendamping dan pengabdi dari univesitas tadulako.
Laporan: HS.











