OPINI

Tinggalkan Hiruk-pikuk Kampanye, Ahmad Ali Boyong Ratusan Orang Untuk Fokus Ibadah Umrah di Tanah Suci (Jilid 83)

81
×

Tinggalkan Hiruk-pikuk Kampanye, Ahmad Ali Boyong Ratusan Orang Untuk Fokus Ibadah Umrah di Tanah Suci (Jilid 83)

Sebarkan artikel ini

Assalamualaikum wr wb, Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian 

Dengan memboyong peraih juara satu, dewan hakim, panitera dan petugas MTQ tingkat Provinsi Sulteng dan Kabupaten Kota se Sulawesi Tengah, pengurus KAHMI Sulawesi Tengah, para peraih doorprize kegiatan Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad/Jalan Sehat, Para Imam Masjid dan Bilal terpilih se Sulawesi Tengah.

Serta masih banyak lagi dari para hamba Allah yang berkesempatan diumrahkan H Ahmad Ali kali ini, sejak Kamis (26-09-2024), melakukan perjalanan menuju Tanah Haram Mekkah Mukarramah untuk melaksanakan ibadah umrah tersebut.

Kendati tak berada di Sulawesi Tengah dengan menjalani ibadah umrah tersebut, kampanye Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri tetap bergulir di Sulteng.

“Pak Ahmad Ali memang telah merencanakan jauh-jauh hari. Insya Allah akan segera bergabung kembali dengan tim kampanye pada 2 Oktober nanti, dan kami pastikan bahwa rangkaian kegiatan kampanye tetap berjalan dengan baik,” jelas Ruslan Sangadji, Juru Bicara Ahmad Ali-Abdul Karim Al Jufri dalam pernyataannya, Kamis (26/9/2024).

Tim pemenangan yang dipimpin Mohammad Arus Abdul Karim tetap menjalankan agenda kampanye di sejumlah titik di Sulawesi Tengah.

“Tim tetap aktif melakukan safari politik, bertemu dengan para tokoh masyarakat, serta menyapa konstituen di berbagai daerah,” ujar Ruslan.

Sejumlah program unggulan nomor urut 1 ini terus dipromosikan, termasuk fokus pada pembangunan ekonomi daerah, pertanian dan peningkatan layanan publik, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan.

“Kami akan terus mendekatkan diri kepada masyarakat, menjelaskan visi dan misi pasangan Ahmad Ali-Abdul Karim Al Jufri, yang berkomitmen untuk membawa harapan baru dan kemajuan bagi Sulawesi Tengah,” kata Ruslan.

Kelebihan Ahmad Ali dengan berhasil menarik perhatian tidak hanya karena kebijakan yang diusungnya, tetapi juga karena dedikasinya yang luar biasa terhadap kemanusiaan.

Sejak awal periode pertamanya di Senayan 2014, Politisi NasDem itu menetapkan standar baru dengan menolak mengambil gaji yang seharusnya menjadi haknya.

Ia malah mengalokasikan pendapatan tersebut untuk biaya umrah bagi orang-orang kurang mampu utamanya imam masjid, sumbangan untuk pembangunan masjid, dan pelbagai kegiatan amal lainnya.

Tindakannya ini tidak hanya mencerminkan kepedulian yang mendalam terhadap sesama, tetapi juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kehidupan yang tulus.

Salah satu momen yang menggugah terjadi di Buol pada tahun 2016, ketika seorang Imam Masjid yang tidak diketahui namanya secara tiba-tiba melangkah mendekati Ahmad Ali dengan penuh sukacita.

Imam paruh baya tersebut tidak dapat menyembunyikan rasa terima kasihnya karena Ahmad Ali telah membuat mimpinya untuk melaksanakan umrah menjadi kenyataan.

“Saya bilang ke istri, umrah itu benar-benar rezeki Allah SWT. Tapi karena Ahmad Ali,” ucapnya.

Yang membuat kejadian ini semakin memukau adalah keterangan bahwa Ahmad Ali bahkan tidak mengenal siapa pun dari mereka yang dia bantu, termasuk sang imam yang berterima kasih.

Dalam pandangannya, Ahmad Ali meyakini bahwa membantu orang lain seharusnya tidak dilakukan dengan maksud untuk dipuji atau dikenal banyak orang.

Keyakinan itu tercermin dalam aksinya yang selalu dilakukan dengan penuh kesederhanaan dan tanpa pamrih. Baginya, keikhlasan adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan dan berbagi kebaikan kepada sesama.

“Saat tangan kanan memberi, tangan kiri sebaiknya tidak mengetahui,” ungkap Ahmad Ali, menggambarkan prinsip sederhana namun dalam praktiknya sering kali sulit untuk dijalankan.

Filosofi ini, yang sering terdengar, tetapi jarang terimplementasi sepenuhnya, menjadi landasan moral yang tidak pernah lepas dari tindakan-tindakan beliau.

Kisah Ahmad Ali tidak hanya menginspirasi karena kebaikan yang dilakukannya, tetapi juga karena ia berhasil meneguhkan makna sejati dari kepemimpinan yang bermartabat dan berdedikasi tinggi.

Di tengah arus informasi yang sering kali dipenuhi dengan kontroversi dan konflik, cerita seperti Ahmad Ali memberikan harapan bahwa nilai-nilai kemanusiaan yang tulus masih tetap hidup dan dapat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Sebagai seorang politisi, Ahmad Ali mungkin tidak selalu mencuri perhatian di layar utama, tetapi jejak kebaikannya telah meninggalkan kesan mendalam dalam banyak kehidupan.

Ia membuktikan bahwa kebaikan tidak pernah terlalu kecil untuk dijalankan dan bahwa setiap individu memiliki kekuatan untuk membuat perbedaan, tanpa harus mencari pengakuan.

“Dalam dunia yang sering kali dipandang dingin oleh kalkulasi dan logika, saya dapat pelajaran bahwa kebaikan yang dilakukan dengan tulus dan tanpa pamrih adalah bahasa universal yang mampu menyentuh hati setiap orang, tanpa terkecuali,” tutup Ahmad Ali.

Maka sangat masuk diakal, jika kemudian melalui arena kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah kali ini, Ahmad Ali dengan segala kebaikan yang telah dia lakukan sejak dulunya, akan berbuah manis sekaligus mendulang hasil yang memuaskan sebagai pemenang di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Periode 2024-2029 ini.

Dengan berbagai ikhtiar usaha yang dilakukan oleh Ahmad Ali menembus asa demi merengkuh cita membawa perubahan baru Sulawesi Tengah menuju Sulteng sejahtera, ikhtiar do’a pun tak luput dari jangkauan Ahmad Ali.

Karena bagi Ahmad Ali, menjemput takdir untuk keterpilihannya sebagai Gubernur Sulawesi Tengah mendatang, haruslah diperkuat dengan memastikan berfungsinya surat dan iradat Allah atas kesungguhannya dalam menjalani sunnatullah dari Ilahi Rabbi.

Penulis : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS)

BERSAMBUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *