BeritaBISNISDAERAHEKONOMINTB

Harga Pupuk Naik Petani Menjerit, Oknum Asisten Petrokimia di Lotim Diduga Kongkalikong dengan Distributor di Wilayah Sakra

2131
×

Harga Pupuk Naik Petani Menjerit, Oknum Asisten Petrokimia di Lotim Diduga Kongkalikong dengan Distributor di Wilayah Sakra

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

TOPIKTERKINI.com.LOMBOK TIMUR – Sejumlah dugaan mengenai kongkalikong antara oknum Asisten Petrokimia di Lombok Timur dengan distributor pupuk di wilayah Sakra mulai mencuat. Hal ini terkait dengan lonjakan harga pupuk subsidi yang menyebabkan keresahan di kalangan petani di tiga kecamatan, yaitu Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur.

 

Informasi yang dihimpun oleh wartawan mengungkapkan bahwa oknum Asisten Petrokimia tersebut diduga sering kali mengunjungi distributor pupuk di wilayah Sakra dan terlibat dalam perbincangan yang mencurigakan, berpotensi berhubungan dengan praktik permainan harga pupuk subsidi serta kelangkaan pasokan. 

 

Para petani di wilayah tersebut mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan pupuk sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan, bahkan sering kali menerima pupuk yang tidak sesuai dengan Rencana Defisit Kebutuhan (RDKK).

 

Tahun lalu, sejumlah petani melaporkan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di wilayah Sakra, dengan harga yang melonjak tidak sesuai dengan ketetapan. Masalah tersebut kini kembali mencuat seiring dengan munculnya keluhan petani terkait harga pupuk subsidi yang semakin mahal.

 

Sejumlah aktivis di Lombok Timur berusaha menyuarakan masalah ini, namun diduga salah satu dari mereka menerima uang “tutup mulut” sebesar 15 juta rupiah agar tidak melanjutkan aksi. Rekaman percakapan antara oknum aktivis dan salah satu pihak terkait menyebutkan bahwa sebelumnya, oknum aktivis tersebut meminta uang sebesar 20 juta, dan transaksi tersebut diduga terjadi secara diam-diam di lokasi yang dirahasiakan.

 

Menanggapi hal ini, Asisten 1 Petrokimia Lombok Timur, Sopian Hariri, mengklarifikasi bahwa rekaman yang beredar tidak terkait dengan uang, melainkan hanya permintaan data harga pupuk di kios-kios tertentu.

 

 “Kita klarifikasi kebenarannya dulu, karena belum ada bukti yang jelas,” ujarnya ketika dihubungi.

 

Hariri menambahkan bahwa ia akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait isu kongkalikong tersebut. “Nanti saya klarifikasi lagi ya,” ujarnya singkat.

 

Sementara itu, salah satu distributor pupuk di Lombok Timur, Hajjah Kartini, memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai hal tersebut dan menyarankan wartawan untuk menghubungi pihak lain terkait masalah ini.

 

Masih belum jelas bagaimana perkembangan masalah ini, namun kasus ini menambah daftar panjang keluhan petani yang berharap pihak berwenang segera mengusut tuntas dugaan kongkalikong yang berpotensi merugikan para petani kecil.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *