Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR– Toleransi antar umat beragama kembali terwujud dengan jelas di Kabupaten Lombok Timur, NTB, melalui aksi gotong royong warga Hindu yang turut serta dalam pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas pada perayaan Idul Fitri 1446 H.
Sejumlah warga Hindu yang berdomisili di daerah ini secara sukarela membantu memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah sholat Hari Raya Idul Fitri di Masjid Almujahidin Selong pada Senin pagi, 31 Maret 2025.
Dari pantauan di lokasi, terlihat suasana yang penuh keakraban antara warga Hindu dan Muslim.
Warga Hindu, dengan pakaian adat mereka, turut menyapa hangat warga Muslim yang datang menuju masjid. Momen ini tidak hanya menunjukkan rasa persaudaraan yang kental, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya toleransi beragama yang terus terpelihara di Lombok Timur.
Wayan, salah satu warga Hindu yang ikut terlibat dalam pengamanan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari toleransi antar umat beragama di wilayah mereka.
“Kami sudah saling mengenal satu sama lain karena saya sendiri tinggal di sekitar kota Selong. Kami saling membantu, saling mengunjungi tanpa melihat perbedaan agama,” ujar Wayan dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Wayan juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterima dari warga Muslim dalam kegiatan keagamaan mereka sebelumnya.
“Pada Sabtu, 29 Maret 2025, saat kami umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi di Pura Selong, teman-teman dari warga Muslim seperti Banser NU, Pagar Nusa, IPNU, dan masyarakat sekitar juga ikut membantu mengamankan kegiatan kami. Kami sangat berterima kasih atas bantuan tersebut,” tambah Wayan.
Sebagai bentuk balasan, masyarakat Hindu pun tidak tinggal diam. Mereka turut aktif dalam membantu pengamanan perayaan Hari Raya Nyepi di Pura Selong pada Sabtu, 29 Maret 2025.
Banser NU, Pagar Nusa, dan warga Muslim lainnya ikut berperan serta mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Nyepi.
Syafiudin, Koordinator Banser NU Kabupaten Lombok Timur, menyatakan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk nyata dari toleransi antar umat beragama yang sudah ada sejak lama.
“Ini merupakan bagian dari warisan para pendahulu kami. Insya Allah, kami akan terus merawat dan menjaga keberagaman ini bersama-sama,” ungkap Syafiudin.
Keberagaman yang harmonis ini menjadi contoh nyata bagaimana warga Kabupaten Lombok Timur, tanpa memandang agama, saling mendukung dan bekerja sama untuk menjaga kedamaian dan keamanan.
Momen-momen seperti ini semakin memperlihatkan bahwa di Lombok Timur, toleransi dan rasa kebersamaan antar umat beragama bukanlah sekadar slogan, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.(TT).











