Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR – Para petani jagung di Desa Sekaroh, Lombok Timur, menggelar protes terhadap pemerintah daerah terkait dengan anjloknya harga jagung yang merugikan mereka.
Mereka menduga ada pihak-pihak tertentu yang memanipulasi harga jagung di pasar.
Harga jagung yang diterima petani saat ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, harga jagung di gudang mencapai Rp 5.500 hingga Rp 5.700 per kilogram. Namun, saat ini harga yang diterima petani hanya sekitar Rp 4.650 per kilogram, selisih yang cukup besar.
Mhdar, salah seorang petani jagung asal Sekaroh, mengatakan bahwa mereka merasa dirugikan dengan harga jagung yang sangat rendah tersebut.
“Kami berharap kepada Presiden Republik Indonesia agar dapat menstabilkan harga jagung bagi para petani,” ujarnya saat diwawancarai pada 9 April 2025.
Ia menambahkan, harga jagung yang anjlok membuat kehidupan petani semakin sulit. Menurutnya, harga yang diterima petani saat ini tidak mencerminkan harga yang seharusnya mereka dapatkan, apalagi jika melihat harga jagung yang ada di gudang.
“Kami sangat rugi kalau harga sudah tidak normal, di gudang harga hanya Rp 4.650 per kilogram,” katanya.
Mhdar juga menegaskan bahwa dengan harga yang rendah ini, sangat sulit bagi petani untuk berkembang.
“Mana bisa petani maju kalau harga jagungnya seperti ini,” jelasnya.
Para petani berharap agar pemerintah daerah Lombok Timur dapat segera mengambil langkah untuk membantu menstabilkan harga jagung.
Mereka menginginkan adanya intervensi yang lebih besar untuk menjaga kesejahteraan petani jagung agar mereka bisa terus bertahan dan berkembang.
“Kami berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga jagung agar petani jagung bisa maju dan kesejahteraan kami dapat meningkat,” tambah Mahdar.
Protes ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian pemerintah terhadap harga komoditas pertanian, khususnya jagung, yang menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak petani di daerah tersebut.(TT).











