Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR –Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Jurit Baru di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, kini sangat memprihatinkan.
Sejak terdampak gempa bumi tahun 2018, sekolah ini belum pernah tersentuh perbaikan berarti, meski telah dilaporkan berkali-kali ke pihak berwenang.
Pantauan di lapangan pada RABU (23/4/2025) menunjukkan dua ruang kelas, yakni kelas 1 dan kelas 4, mengalami kerusakan berat. Atap kedua ruangan ini bolong, membuatnya tidak bisa difungsikan sama sekali untuk kegiatan belajar-mengajar.
“Sejak kondisi sekolah seperti ini, jumlah siswa kami menurun drastis. Dulu ada sekitar tiga ratusan siswa, tapi sekarang banyak orang tua memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah lain yang dianggap lebih aman,” ujar Plt Kepala Sekolah SDN 4 Jurit Baru, H. Syafri.
Ia menyebutkan bahwa sejak 2018, pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan laporan kerusakan kepada pemerintah.
Bahkan pada tahun 2020, sekolah sempat dijanjikan akan mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK), namun realisasi bantuan itu tak kunjung datang.
“Menurut para guru yang sudah lama mengabdi di sini, sekolah ini sempat masuk daftar penerima bantuan pascagempa. Bahkan pihak Dinas Pendidikan sudah datang meninjau kondisi sekolah tahun lalu, dan menjanjikan akan mengusahakan perbaikan di tahun 2024. Tapi kenyataannya, sampai sekarang belum ada kejelasan,” tambah Syafri.
Karena ruang kelas yang rusak, proses belajar terpaksa dipindahkan ke rumah dinas guru yang dialihfungsikan sebagai ruang kelas sementara. Namun, ruangan darurat tersebut juga mengalami kebocoran serupa.
“Kalau hujan, siswa pasti kehujanan. Bahkan tak jarang mereka belajar di teras rumah dinas karena atapnya juga sudah mulai bolong,” jelasnya.
SDN 4 Jurit Baru sendiri menjadi sekolah dasar bagi anak-anak dari empat dusun: Mekarsari, Sukatani, Bolen, dan Montong Tangar. Namun, akibat kerusakan gedung, banyak warga dari Montong Tangar dan sekitarnya mulai memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lain.
“Sangat disayangkan, karena sekolah ini dulunya cukup ramai. Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Sekolah adalah fondasi masa depan anak-anak kita, dan mereka berhak mendapatkan tempat belajar yang layak,” harap H. Syafri.(TT).











