BeritaDAERAHNTB

Pemberdayaan Warga Binaan di POS SAE MB Program Ketahanan Pangan, Satu Narapidana Ditemukan Meninggal, Kalapas: Kami Akan Lakukan Perbaikan

57
×

Pemberdayaan Warga Binaan di POS SAE MB Program Ketahanan Pangan, Satu Narapidana Ditemukan Meninggal, Kalapas: Kami Akan Lakukan Perbaikan

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong terus mendorong pemberdayaan warga binaan melalui program asimilasi di Pos Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Menanga Baris sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. 

 

Namun, insiden tak terduga mewarnai pelaksanaan program tersebut setelah satu warga binaan dilaporkan melarikan diri dan ditemukan meninggal dunia.

 

Kepala Lapas Selong, Ahmad Sihabudin, menanggapi serius pemberitaan yang berkembang di masyarakat terkait peristiwa ini. 

 

Ia menjelaskan bahwa insiden bermula pada Sabtu siang, 26 April 2025, saat apel pengecekan siang berlangsung di Pos SAE Menanga Baris. Salah satu warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi, atas nama Karianto (36), tidak ditemukan di lokasi.

 

“Petugas langsung melakukan pencarian di sekitar area Menanga Baris dan menyatakan bahwa yang bersangkutan telah melarikan diri,” ujar Ahmad.

 

Beberapa saat kemudian, sebelum waktu Salat Ashar, Lapas Selong menerima informasi dari pihak Kepolisian mengenai ditemukannya sesosok mayat di Sungai Dusun Lingkung Lauq, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Ciri-ciri jenazah tersebut sesuai dengan identitas Karianto.

 

Pihak Lapas bersama kepolisian segera melakukan pengecekan ke RSUD Selong untuk mencocokkan identitas. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa jenazah tersebut memang benar adalah narapidana yang melarikan diri dari Pos SAE Menanga Baris.

 

“Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak keluarga. Untuk proses selanjutnya, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib,” imbuhnya.

 

SAE Menanga Baris merupakan pos asimilasi yang dibentuk Lapas Selong untuk memberdayakan warga binaan dalam sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata. 

 

Program ini bertujuan memberikan bekal keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan menjelang bebas.

 

Terkait insiden ini, Kalapas Ahmad Sihabudin menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan dan pengawasan di Pos SAE Menanga Baris.

 

“Kami akan lakukan perbaikan dan penguatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.(TT).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *