KOTA PALU

Sulteng Luncurkan “Berani Eduvasi”, Pendidikan Inklusif Jadi Prioritas Utama

88
×

Sulteng Luncurkan “Berani Eduvasi”, Pendidikan Inklusif Jadi Prioritas Utama

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Palu – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Sarasehan Pendidikan di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (2/5). Kegiatan ini menjadi wadah refleksi dan kolaborasi strategis demi mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas, adil, dan merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, menyampaikan bahwa sarasehan ini penting untuk mengevaluasi capaian sektor pendidikan serta menjaring aspirasi dari para pelaku pendidikan lintas tingkatan.

“Forum ini mendorong kolaborasi berbagai sektor dalam merumuskan solusi untuk tantangan ketimpangan akses pendidikan, serta memastikan penggunaan teknologi dan inovasi bisa menjangkau semua,” jelas Yudiawati.

Pada kesempatan ini, Dinas Pendidikan juga meluncurkan program Berani Eduvasi, sebuah inisiatif digital berbasis data yang bertujuan membangun ekosistem pendidikan terintegrasi dan efisien. Program ini diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.

Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, turut hadir dan menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi pondasi utama pembangunan daerah. Ia berbagi pengalaman saat menjabat sebagai Bupati Morowali tahun 2007, ketika fokus kebijakan pendidikan mampu menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara signifikan.

“Pendidikan adalah investasi terbesar bagi masa depan daerah. Saat itu, saya gratiskan pendidikan dari SD hingga SMA. Hasilnya, IPM Morowali naik drastis dalam dua tahun,” ungkap Anwar Hafid.

Sarasehan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi pendidikan, hingga organisasi masyarakat. Diharapkan, forum ini mampu melahirkan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *